Labuhan Ratu Raya, 8 Januari 2026 — Dalam rangka mengoptimalisasi persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Labuhan Ratu Raya Tahun 2026, Koordinator Desa (Kordes) dan Wakil Koordinator Desa (Wakordes) Kelompok KKN Labuhan Ratu Raya melaksanakan pertemuan daring bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.P., melalui platform Google Meet.
Pertemuan ini menjadi bagian penting dari tahapan awal pelaksanaan KKN, khususnya dalam memastikan kesiapan perencanaan program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Agenda utama diskusi difokuskan pada pembahasan penyusunan Program Kerja (Proker), meliputi pemetaan kebutuhan masyarakat, penyesuaian program dengan kondisi sosial desa, serta sinkronisasi rencana kegiatan dengan tujuan KKN secara keseluruhan.
Dalam forum tersebut, DPL memberikan sejumlah arahan strategis terkait penyusunan program kerja yang efektif dan berdampak. Program yang dirancang diharapkan tidak hanya bersifat kreatif dan inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat Kelurahan Labuhan Ratu Raya serta memiliki nilai keberlanjutan setelah masa KKN berakhir. Selain itu, DPL menekankan pentingnya perencanaan yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kapasitas serta sumber daya yang dimiliki oleh mahasiswa.

Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan Kordes dan Wakordes memaparkan konsep awal program kerja yang telah disusun, sekaligus menerima masukan dan evaluasi dari DPL. Melalui proses ini, mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah pelaksanaan KKN, termasuk strategi pelaksanaan program, pembagian peran antaranggota, serta langkah-langkah antisipatif terhadap potensi kendala di lapangan.
Melalui pertemuan daring ini, diharapkan Program Kerja KKN Kelurahan Labuhan Ratu Raya Tahun 2026 dapat tersusun secara matang, sistematis, dan tepat sasaran. Kesiapan perencanaan sejak tahap awal ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan KKN serta meningkatkan kualitas kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat setempat.
