Waringinsari Timur, Sabtu, 10 Januari 2026 — Dalam rangka mengawali rangkaian program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah warga atau yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan istilah sowan di Desa Waringinsari Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kedekatan sosial sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat desa.
Istilah sowan dalam budaya Jawa memiliki makna yang lebih dari sekadar berkunjung. Sowan mengandung nilai kesopanan, penghormatan, dan niat menjalin silaturahmi, khususnya ketika berkunjung kepada orang yang lebih tua, tokoh masyarakat, atau warga yang dihormati. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan sowan oleh mahasiswa KKN-T tidak hanya dimaksudkan sebagai aktivitas formal, tetapi juga sebagai upaya membangun relasi sosial yang hangat dan saling percaya antara mahasiswa dan masyarakat Desa Waringinsari Timur.
Sebelum kegiatan sowan dilaksanakan, mahasiswa KKN-T terlebih dahulu menerima pengarahan dari aparatur desa, yakni Bapak Muhammad Jaelani selaku Kepala Urusan Kesejahteraan dan Bapak Agus Budiono selaku Kepala Dusun I. Pengarahan ini berfungsi sebagai bekal awal bagi mahasiswa dalam memahami kondisi wilayah, struktur sosial masyarakat, serta pola kehidupan sehari-hari warga desa. Melalui arahan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran umum mengenai karakter masyarakat, kebiasaan kolektif, serta dinamika sosial yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program KKN-T.

Dalam pemaparannya, Bapak Muhammad Jaelani menjelaskan bahwa masyarakat Desa Waringinsari Timur memiliki berbagai kegiatan rutin yang mencerminkan kuatnya kehidupan sosial dan religius warga. Kegiatan pengajian dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 13.00–15.00, sementara yasinan rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu pada jam yang sama. Selain itu, masyarakat juga secara aktif mengikuti kegiatan senam bersama setiap hari Jumat pukul 08.00 sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran. Tidak hanya itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan sholawatan pada malam Selasa di sekitar rumah Ibu Lurah, yang biasanya dihadiri oleh warga dari berbagai dusun.
Selain kegiatan keagamaan dan sosial tersebut, desa juga secara rutin mengikuti kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) berupa senam gabungan antar desa yang dilaksanakan satu kali setiap bulan pada minggu kedua. Informasi mengenai jadwal dan jenis kegiatan ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi mahasiswa KKN-T agar pelaksanaan sowan maupun kegiatan lainnya tidak mengganggu aktivitas rutin warga, sekaligus dapat diselaraskan dengan momentum kebersamaan masyarakat.
Lebih lanjut, Bapak Toha Mahsun selaku Sekretaris Pekon (Carik) menyampaikan berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat Desa Waringinsari Timur. Salah satu permasalahan utama adalah polusi udara yang berasal dari pembakaran limbah oleh pengepul jagung yang belum memiliki tempat pengolahan limbah yang memadai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dalam jangka panjang. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai pembuatan ecoenzym sebagai alternatif pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian juga masih belum merata, karena sebelumnya sosialisasi baru diberikan di tingkat kelompok PKK.
Di sektor pertanian, keterbatasan penggunaan pestisida nabati dan minimnya ketersediaan alat pemupuk jagung juga menjadi tantangan tersendiri. Padahal, sebagian besar warga Desa Waringinsari Timur menggantungkan mata pencaharian mereka pada sektor pertanian, khususnya budidaya jagung. Oleh karena itu, berbagai kendala tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja mahasiswa KKN-T agar dapat memberikan solusi yang relevan dan aplikatif.

Di sisi lain, desa ini juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama melalui pengembangan produk tepung mocaf (modified cassava flour). Produk ini memiliki kualitas yang hampir setara dengan tepung terigu dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Jika dikelola dengan baik, mocaf tidak hanya dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian singkong, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Seluruh informasi yang disampaikan oleh aparatur desa tersebut menjadi landasan penting bagi mahasiswa KKN-T dalam melaksanakan kegiatan sowan secara lebih terarah. Melalui kunjungan langsung ke rumah warga, mahasiswa diharapkan dapat memvalidasi informasi yang telah diperoleh, memahami kondisi nyata di lapangan, serta menggali aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.
Dengan pendekatan ini, kegiatan KKN-T di Desa Waringinsari Timur tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga pada pembangunan relasi sosial dan pemahaman kontekstual terhadap masyarakat. Melalui sowan, mahasiswa dan warga diharapkan dapat membangun kerja sama yang saling mendukung, sehingga program-program KKN-T yang akan dilaksanakan ke depan benar-benar tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
