Masuk hari kedua program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Banjar Agung, Jumat (9 Januari 2026), kami melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei langsung ke lapangan. Kali ini, kami berbincang secara khusus bersama Kepala Dusun (Kadus) 1 dan Kadus 2 untuk mendapatkan gambaran lebih detail tentang kondisi setiap dusun.
Pertemuan berlangsung santai namun penuh makna. Kami menyusun daftar pertanyaan untuk menggali informasi dasar, seperti jumlah Kepala Keluarga (KK) di setiap dusun, mata pencaharian utama warga, hingga dinamika sosial yang ada. Kadus 1, Bapak Supratman, dengan sabar menjelaskan bahwa di wilayahnya terdapat sekitar 150 KK, dengan sebagian besar warganya bekerja sebagai petani dan buruh bangunan. Beliau juga menceritakan kegiatan rutin seperti arisan ibu-ibu dan pengajian mingguan yang masih aktif dijalankan.
“Alhamdulillah, terkait hal-hal seperti kekerasan atau konflik serius, jarang terjadi di sini. Kalau ada masalah kecil, biasanya kami selesaikan dengan musyawarah secara kekeluargaan,” jelas Bapak Supratman sambil tersenyum.
Sementara itu, di pertemuan dengan Kadus 2, Bapak Suratno, kami mendapat data bahwa dusunnya memiliki sekitar 80 KK. Berbeda dengan Dusun 1, Mayoritas warganya adalah anak SD dan anak SMP. Pada dusun ini PKK sangat aktif, terlebih lagi pada Posyandu. Banyaknya rumahan yang memproduksi pangan olahan Opak, Opak dibagi menjadi 2 macam, yaitu Opak Getuk dan Opak Parut.
“Di Dusun kami terkait kekerasan pernah ada dan itu tidak sampai fatal, biasanya diselesaikan secara musyawarah keluarga,” tambah Bapak Suratno.
Lewat obrolan ini, kami tidak hanya mendapatkan data statistik, tetapi juga memahami karakter, harapan, dan tantangan unik yang dihadapi masing-masing dusun. Survei hari kedua ini menjadi langkah penting bagi kami untuk merancang program yang tepat sasaran, sesuai dengan realita dan kebutuhan warga Dusun 1 dan Dusun 2. Semoga kolaborasi ini bisa memberi manfaat nyata bagi semua pihak.


