Pada hari kedelapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis, 15 Januari 2026, kegiatan kami diawali dengan evaluasi pelaksanaan lokakarya yang telah kami laksanakan pada hari sebelumnya. Evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk refleksi bersama agar kegiatan dan program kerja KKN ke depan dapat berjalan lebih baik, tertata, dan terkoordinasi.
Dalam evaluasi lokakarya tersebut, kami mencatat beberapa poin penting, antara lain terkait peran sekretaris agar lebih memperhatikan penulisan surat dan tidak mengerjakan tugas mendekati batas waktu. Selain itu, kami juga mengevaluasi kebiasaan mengandalkan keberuntungan dalam persiapan teknis kegiatan, sehingga ke depan diharapkan seluruh persiapan dapat diselesaikan maksimal satu hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Kami juga menyadari pentingnya memahami informasi dasar desa, seperti lokasi rumah warga serta nama RT dan dusun, mengingat kami telah cukup lama berada di Desa Tri Tunggal Mulya. Oleh karena itu, kami sepakat untuk lebih aktif menggali informasi dari Ibu Kepala Pekon terkait kondisi dan data desa.
Evaluasi juga diberikan kepada koordinator program kerja agar lebih memonitoring dan memantau sejauh mana persiapan setiap program kerja yang akan dilaksanakan. Terkait manajemen waktu, kami sepakat untuk mengurangi kebiasaan molor dan mempercepat proses persiapan kegiatan. Selain itu, kami juga saling mengingatkan terkait kedisiplinan, termasuk dalam penggunaan fasilitas seperti kamar mandi serta pentingnya memprioritaskan kegiatan KKN dibandingkan kepentingan pribadi. Kami menekankan pentingnya saling memback-up antaranggota agar tidak terjadi miskomunikasi, serta perlunya penguatan leadership dari koordinator dalam memberikan arahan dan perencanaan ke depan. Evaluasi juga mencakup peran humas dan koordinator agar lebih melakukan pendekatan kepada masyarakat, baik melalui program kerja utama maupun non-matriks, serta meningkatkan pembuatan konten dokumentasi, khususnya untuk media sosial seperti TikTok. Dari hasil evaluasi tersebut, kami menyepakati untuk mengadakan pertemuan rutin setiap malam pukul 20.00 WIB dan menjaga etika selama rapat, termasuk tidak merokok saat rapat berlangsung.
Setelah kegiatan evaluasi, kami melanjutkan dengan kegiatan praktik pembuatan nugget jagung. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk demonstrasi produk olahan pangan yang akan kami bawakan pada materi lanjutan terkait tepung MOCAF, sekaligus memanfaatkan jagung sebagai komoditas lokal yang kami upayakan menjadi produk unggulan Desa Tri Tunggal Mulya. Dari hasil praktik tersebut, kami mencatat beberapa evaluasi, seperti adonan yang masih terlalu encer, namun secara umum hasilnya sudah cukup baik dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Pada malam hari, kami melaksanakan kegiatan silaturahmi ke rumah Kepala Dusun 1 serta Ibu Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tri Tunggal Mulya. Dalam kesempatan tersebut, kami berdiskusi dan berkonsultasi terkait program kerja yang melibatkan kelompok ibu-ibu KWT, termasuk membahas rencana waktu dan teknis pelaksanaan kegiatan ke depan.


Setelah itu, kami juga menyempatkan diri mengunjungi pasar malam yang ada di Desa Tri Tunggal Mulya sebagai salah satu bentuk interaksi sosial dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami dapat berkomunikasi langsung dengan pemuda-pemudi serta masyarakat desa, sehingga hubungan kami dengan warga menjadi lebih dekat dan akrab.

Menjelang akhir hari, kami kembali ke posko dan berkumpul untuk membahas perencanaan kegiatan hari berikutnya. Adapun rencana kegiatan yang dibahas meliputi pelaksanaan kegiatan non-matriks berupa senam pagi serta pelaksanaan salah satu program kerja utama, yaitu pembuatan QRIS dan Google Maps bagi masyarakat pemilik UMKM di Desa Tri Tunggal Mulya.
