Serdang, 15 Januari 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan program kerja edukatif bertajuk Edukasi Pencegahan Bullying pada Anak Sekolah Dasar dan Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini di SDN 1 Serdang, Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.15 WIB hingga 11.15 WIB dan diikuti oleh siswa-siswi, guru, serta jajaran sekolah.
Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua sesi yang disesuaikan dengan jenjang kelas peserta. Sesi pertama dilaksanakan pada pukul 07.15–09.15 WIB dan ditujukan bagi siswa kelas 2 SD dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah. Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pada pukul 10.00–11.15 WIB yang diperuntukkan bagi siswa kelas 3 SD dengan materi edukasi pencegahan bullying.

Pada sesi edukasi pengelolaan sampah, kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan oleh mahasiswa KKN kepada para siswa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah yang meliputi pengertian sampah, jenis-jenis sampah, pentingnya pengelolaan sampah, tujuan pengelolaan sampah, serta cara membuang sampah yang benar. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar.
Untuk meningkatkan antusiasme dan pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking, tanya jawab, serta praktik langsung pemilahan jenis sampah. Melalui kegiatan praktik tersebut, siswa diajak untuk mengenali perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Pada akhir sesi, mahasiswa KKN kembali membuka sesi tanya jawab sebagai bentuk evaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Dalam setiap sesi permainan dan tanya jawab, mahasiswa juga menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif siswa.

Sesi kedua berupa edukasi pencegahan bullying yang disampaikan kepada siswa kelas 3 SD. Rangkaian kegiatan pada sesi ini dilakukan dengan alur yang serupa, dimulai dari pembukaan dan perkenalan, penyampaian materi, ice breaking, hingga sesi tanya jawab dan permainan edukatif. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak negatif bullying terhadap korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menjadi korban maupun saksi tindakan perundungan.
Melalui edukasi pencegahan bullying, mahasiswa KKN bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa mengenai pentingnya bersikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun lingkungan pertemanan yang sehat, baik di lingkungan sekolah maupun dalam penggunaan media sosial. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengenali perilaku bullying, menumbuhkan rasa empati, keberanian untuk melapor, serta kemampuan bersikap bijak dalam berinteraksi dengan teman sebaya.

Sementara itu, edukasi pengelolaan sampah bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif pada anak-anak sekolah dasar agar terbiasa memilah, mengelola, dan membuang sampah pada tempatnya. Manfaat yang ingin dicapai antara lain meningkatnya kesadaran siswa akan kebersihan lingkungan sekolah, tumbuhnya sikap tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, serta terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa KKN Universitas Lampung, siswa dan siswi SDN 1 Serdang, guru, staf sekolah, hingga kepala sekolah. Sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah menjadi faktor pendukung utama dalam kelancaran pelaksanaan program edukasi ini.

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap kegiatan edukasi yang dilakukan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi siswa-siswi SDN 1 Serdang. Selain menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan sejak usia dini di lingkungan pendidikan dasar.
