Foto bersama aparatur desa dan DPL Purwodadi Simpang
Tanjung Bintang, Lampung Selatan – Hari Kamis, 8 Januari 2026 menjadi hari bersejarah bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2026. Hari pertama pelaksanaan KKN ini dimulai dengan rangkaian kegiatan yang penuh makna, mengawali langkah pengabdian nyata kepada masyarakat di Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.
Pagi hari yang cerah menyambut kedatangan seluruh mahasiswa KKN di Lapangan Sri Tanjung yang terletak tepat di depan Kantor Kecamatan Tanjung Bintang. Suasana penuh semangat dan antusiasme terasa kental di udara ketika ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul untuk mengikuti acara penerimaan resmi. Upacara penerimaan ini dipimpin langsung oleh Bapak Heri Purnomo, S.KM., selaku Camat Tanjung Bintang, yang memberikan sambutan hangat sekaligus arahan kepada para mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat desa dan berharap program KKN dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi pembangunan masyarakat. “Kalian adalah harapan bagi desa-desa di wilayah kami. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan ilmu dan keterampilan yang kalian miliki,” ujar Bapak Camat dengan penuh semangat. Acara penerimaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh dosen pembimbing lapangan serta perwakilan dari pemerintah desa di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang.
Setelah acara penerimaan selesai, mahasiswa KKN beserta dosen pembimbing lapangan segera menuju ke kantor desa masing-masing untuk melakukan koordinasi lebih lanjut. Di Desa Purwodadi Simpang, pertemuan koordinasi berlangsung intensif antara dosen pembimbing lapangan dengan aparatur desa. Diskusi difokuskan pada identifikasi potensi desa yang dapat dikembangkan serta penyusunan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Aparatur desa memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi demografis, potensi ekonomi, permasalahan yang dihadapi, serta program-program pemerintah desa yang sedang berjalan. Dosen pembimbing lapangan juga memberikan arahan kepada mahasiswa tentang bagaimana merancang program kerja yang efektif, terukur, dan dapat diimplementasikan dalam waktu yang tersedia. Proses koordinasi ini menghasilkan kesepakatan mengenai fokus program kerja yang akan dijalankan selama periode KKN, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan masyarakat.
Setelah rapat koordinasi, mahasiswa kemudian menuju lokasi posko KKN yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan hasil survei. Proses penempatan posko dilakukan dengan mempertimbangkan aksesibilitas, keamanan, serta kedekatan dengan pusat kegiatan masyarakat. Mahasiswa melakukan penyesuaian dengan lingkungan sekitar, menata ruangan, dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk menunjang kelancaran program kerja selama KKN berlangsung. Posko bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi akan menjadi pusat aktivitas dan koordinasi mahasiswa dalam menjalankan berbagai program di desa.
Hari pertama tidak lengkap tanpa kerja bakti membersihkan posko KKN. Dengan penuh kebersamaan dan kekompakan, seluruh anggota kelompok bergotong royong membersihkan setiap sudut posko. Lantai disapu dan dipel, jendela dibersihkan, dan ruangan ditata rapi agar nyaman untuk ditempati. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga membangun rasa solidaritas dan kerja sama tim di antara mahasiswa. Tawa dan canda tawa mengiringi setiap gerakan sapu dan pel, menciptakan atmosfer hangat yang menguatkan ikatan persahabatan antar anggota kelompok.
Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat, mahasiswa melakukan silahturahmi ke rumah-rumah warga sekitar posko. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan kehadiran mahasiswa, serta mendengarkan harapan dan masukan dari warga. Sambutan warga sangat ramah dan antusias, mereka menyambut kedatangan mahasiswa dengan senyuman dan doa. Beberapa warga bahkan menawarkan bantuan jika mahasiswa membutuhkan sesuatu selama menjalankan program KKN. Melalui silahturahmi ini, mahasiswa merasakan kehangatan dan kekeluargaan masyarakat Desa Purwodadi Simpang yang akan menjadi tempat mereka mengabdi selama satu bulan ke depan. Interaksi awal ini membuka jalan bagi terciptanya kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan program-program yang bermanfaat. Hari pertama KKN ditutup dengan rasa syukur dan optimisme. Mahasiswa telah siap secara fisik dan mental untuk menjalani perjalanan pengabdian yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Dengan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, aparatur desa, dosen pembimbing lapangan, dan masyarakat setempat, mahasiswa KKN Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2026 siap memberikan kontribusi terbaik mereka untuk kemajuan Desa Purwodadi Simpang. Semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan terus menyala hingga akhir periode KKN, meninggalkan jejak positif yang akan dikenang oleh masyarakat desa.
