Tanjung Harapan, Merbau Mataram, 29 Juli 2026 — Dalam upaya mendukung perkembangan saraf motorik dan kreativitas anak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Desa Tanjung Harapan merancang kegiatan edukatif bertajuk “Bermain dan Belajar dengan Clay” bersama siswa KB di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini memanfaatkan clay sebagai media pembelajaran interaktif. Lewat teksturnya yang lembut dan mudah dibentuk, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai bentuk dasar, warna, hingga menciptakan kreasi objek sederhana seperti buah-buahan, hewan, dan benda-benda di sekitar mereka.
Menggali Manfaat di Balik Permainan Clay
Bukan sekadar sarana bermain dan hiburan, penggunaan media clay memiliki beragam manfaat penting bagi tumbuh kembang anak, di antaranya:
- Melatih Motorik Halus: Gerakan memeras, memijat, menggulung, dan membentuk clay membantu memperkuat otot-otot jemari serta pergelangan tangan anak.
- Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan: Anak belajar menyelaraskan apa yang dilihat dengan gerakan tangan saat membentuk detail objek.
- Mengasah Imajinasi dan Konsentrasi: Clay memberikan kebebasan eksplorasi tanpa batas yang mendorong anak untuk berpikir kreatif dan melatih daya fokus mereka.
Anak-anak tampak sangat antusias dan gembira sepanjang kegiatan berlangsung. Didampingi oleh para mahasiswa KKN yang telaten, setiap anak bebas mengekspresikan imajinasi mereka dan menunjukkan hasil karya bentuk clay masing-masing dengan penuh rasa bangga.
Kegiatan positif ini mendapat apresiasi hangat dari para pendidik dan orang tua setempat. Melalui program belajar sambil bermain ini, mahasiswa KKN Desa Tanjung Harapan berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan, inovatif, dan bermanfaat bagi anak-anak desa.
