
Bandar Lampung, Kamis, 17 Juli 2025. Hari kedua pelaksanaan KKN di Kelurahan Sukamaju dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa Universitas Lampung. Pada pagi hari, mereka memulai kegiatan dengan melakukan kunjungan ke Kantor Desa Sukamaju untuk menjalin komunikasi langsung dengan perangkat desa. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri sebagai mahasiswa KKN UNILA dan selanjutnya berdiskusi dengan para perangkat desa demi mengetahui berbagai isu-isu yang terjadi di desa Sukamaju.
Kehadiran mahasiswa disambut positif oleh aparat desa. Kepala Desa Sukamaju menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dapat menjadi energi baru dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan sosial di desanya. Komunikasi yang terjalin menjadi awal dari sinergi antara mahasiswa dan pihak desa, yang diharapkan dapat berjalan lancar hingga akhir masa KKN.
Usai pertemuan di kantor desa, para mahasiswa diajak untuk menghadiri kegiatan posyandu yang tengah berlangsung di desa tersebut. Di sana, mereka membantu proses administrasi dan interaksi dengan warga, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Kegiatan ini menjadi sarana belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dasar kesehatan masyarakat.
Sore harinya, mahasiswa ikut serta dalam pengajian mingguan yang rutin diadakan oleh warga desa. Kehadiran mereka disambut hangat, dan menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat secara spiritual. Di sela kegiatan, warga pun menyampaikan harapan agar keberadaan mahasiswa bisa membawa dampak positif, terutama bagi generasi muda desa.
Malam hari, kelompok KKN dari Kelurahan Sukamaju menggelar diskusi kolaboratif dengan kelompok KKN dari Desa Kota Karang. Diskusi difokuskan pada perencanaan program kerja bersama, terutama dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kedua kelompok sepakat bahwa isu tersebut menjadi salah satu prioritas utama yang membutuhkan pendekatan lintas desa.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan program kerja yang dirancang akan lebih berdampak dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang sering kali menjadi kelompok marginal dalam pembangunan desa.

