Bandar Lampung, 14 Januari 2026 — Melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan dan pendataan UMKM di Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, mahasiswa kembali melakukan kunjungan lapangan setelah sebelumnya mengunjungi usaha budidaya jamur. Pada pukul 15.00 WIB, mahasiswa mengunjungi salah satu UMKM budidaya jangkrik yang berada di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan pengenalan potensi usaha peternakan skala kecil.
Setibanya di lokasi, mahasiswa disambut dengan baik oleh pemilik usaha dan diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai tahapan dalam budidaya jangkrik. Mahasiswa diperlihatkan jangkrik yang masih dalam proses menetas, jangkrik yang telah tumbuh dan siap panen, hingga bibit jangkrik yang akan dibesarkan. Kunjungan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai siklus produksi jangkrik, mulai dari tahap awal hingga siap dipasarkan.
Pemilik usaha menjelaskan bahwa usaha budidaya jangkrik tersebut telah dijalankan selama kurang lebih dua tahun. Selama ini, pengelolaan usaha masih dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan karyawan karena skala usaha dinilai masih dapat ditangani sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya jangkrik memiliki potensi sebagai usaha rumahan dengan modal dan tenaga kerja yang relatif terbatas.
Dalam sesi diskusi, pemilik usaha juga menyampaikan kendala utama yang dihadapi, yaitu serangan hama. Hama yang masuk ke dalam tempat budidaya dapat merusak dan mematikan jangkrik, sehingga berpengaruh terhadap jumlah dan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, kebersihan dan pengawasan lingkungan budidaya menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Mahasiswa memperoleh informasi bahwa jangkrik dengan kualitas terbaik adalah jangkrik yang berusia tidak lebih dari satu bulan. Apabila usia jangkrik melebihi satu bulan, jangkrik akan mulai tumbuh bulu dan ukurannya menjadi lebih besar, sehingga kurang diminati oleh konsumen. Oleh sebab itu, waktu panen menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan.
Hasil panen jangkrik biasanya didistribusikan kepada para reseller untuk kemudian dipasarkan lebih luas. Jangkrik yang dibudidayakan umumnya dimanfaatkan sebagai pakan ikan, pakan ayam, serta umpan memancing. Permintaan yang relatif stabil terhadap jangkrik sebagai pakan ternak dan umpan memancing menunjukkan bahwa usaha ini memiliki peluang pasar yang cukup baik apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan baru mengenai alternatif UMKM di bidang peternakan nonkonvensional. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa tentang beragam potensi usaha masyarakat serta menjadi dasar dalam merancang program pendampingan UMKM yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pelaku usaha di Kelurahan Tanjung Raya.

