


Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karanganyar telah memasuki hari ke-13. Setiap hari yang dilalui menjadi bagian dari proses pembelajaran, pengabdian, serta penguatan hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat. Pada Rabu, 22 Juli 2026, mahasiswa KKN melaksanakan dua agenda penting yang sarat akan makna, yaitu pelaksanaan program literasi di UPTD Sekolah Dasar Negeri 47 melalui kegiatan Clay Art bertema hewan dan kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ke Posko KKN Desa Karanganyar.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB di UPTD Sekolah Dasar Negeri 47. Program literasi yang dilaksanakan pada hari ini dikemas dengan pendekatan yang kreatif dan interaktif melalui media Clay Art. Pemilihan metode ini bertujuan untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam mengekspresikan ide dan imajinasi mereka.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pengenalan mengenai berbagai jenis hewan yang ada di sekitar lingkungan. Siswa diajak untuk berdiskusi, menyebutkan nama-nama hewan, serta menceritakan karakteristik yang mereka ketahui. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya literasi, di mana siswa tidak hanya membaca dan mendengarkan, tetapi juga mampu memahami, mengomunikasikan, dan mengembangkan informasi yang mereka peroleh melalui sebuah karya.
Setelah sesi pengenalan dan diskusi, mahasiswa membagikan clay berwarna-warni kepada seluruh siswa. Dengan penuh semangat, para peserta didik mulai membentuk berbagai macam hewan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Ada yang membuat kupu-kupu, ikan, kelinci, kura-kura, hingga hewan-hewan hasil imajinasi mereka sendiri. Suasana kelas pun dipenuhi dengan antusiasme dan keceriaan yang tercermin dari semangat siswa dalam menyelesaikan karya mereka.
Kegiatan Clay Art ini memberikan banyak manfaat bagi peserta didik. Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, kegiatan tersebut juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan kemampuan berpikir kreatif. Di sisi lain, mahasiswa KKN turut mendampingi setiap kelompok untuk memberikan arahan dan motivasi sehingga setiap siswa merasa percaya diri dalam menunjukkan hasil karyanya. Pendekatan yang dilakukan secara langsung ini mampu menciptakan interaksi yang positif antara mahasiswa dan siswa.
Tidak hanya berfokus pada aspek kreativitas, kegiatan literasi melalui Clay Art juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik. Setelah menyelesaikan karya masing-masing, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan dan menjelaskan hewan yang telah mereka buat di depan kelas. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk menyampaikan pendapat, membangun rasa percaya diri, serta menghargai hasil karya teman-teman mereka.
Pelaksanaan program literasi pada hari ke-13 ini menjadi bukti bahwa literasi dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan yang inovatif. Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media yang kreatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan Clay Art diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan menumbuhkan semangat belajar siswa di UPTD Sekolah Dasar Negeri 47.
Setelah rangkaian kegiatan di sekolah selesai pada pukul 10.20 WIB, mahasiswa KKN kembali ke Posko KKN Desa Karanganyar untuk melanjutkan berbagai persiapan dan evaluasi kegiatan harian. Momen ini dimanfaatkan oleh seluruh anggota kelompok untuk melakukan koordinasi internal sekaligus mempersiapkan agenda penting yang akan dilaksanakan pada siang hari.
Pada pukul 14.00 WIB, Posko KKN Desa Karanganyar menerima kunjungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan oleh pihak kampus guna memastikan pelaksanaan program KKN berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Kedatangan Dosen Pembimbing Lapangan disambut dengan penuh antusias oleh seluruh mahasiswa KKN. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, mahasiswa memaparkan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan selama hampir dua minggu pengabdian di Desa Karanganyar. Berbagai capaian, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi di lapangan turut disampaikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.
Melalui kunjungan ini, Dosen Pembimbing Lapangan memberikan apresiasi atas dedikasi, kerja sama, dan semangat yang ditunjukkan oleh mahasiswa dalam menjalankan program-program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, beliau juga menyampaikan sejumlah arahan dan masukan yang diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan pada hari-hari berikutnya.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas progres program kerja, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman selama berinteraksi dengan masyarakat. Berbagai cerita mengenai antusiasme warga, partisipasi peserta didik, serta dinamika yang ditemui selama KKN menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan proses pembelajaran yang sangat berharga bagi setiap mahasiswa.
Kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan pihak kampus. Kehadiran DPL memberikan dukungan moral sekaligus penguatan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan selama KKN memiliki nilai dan kontribusi yang besar bagi masyarakat. Arahan yang diberikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh rangkaian program kerja yang masih akan dilaksanakan.
Secara keseluruhan, Day 13 menjadi hari yang penuh dengan pembelajaran, kreativitas, dan refleksi. Kegiatan literasi melalui Clay Art bertema hewan berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa, sementara kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan memberikan semangat baru bagi mahasiswa dalam melanjutkan pengabdian di Desa Karanganyar.
Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang terus terjaga, mahasiswa KKN Desa Karanganyar berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat. Setiap langkah kecil yang dilakukan selama KKN diharapkan dapat meninggalkan jejak yang berarti, tidak hanya bagi masyarakat Desa Karanganyar, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di masa yang akan datang.
