
Lampung Selatan, 4 Agustus 2026 – Setelah menyelesaikan rangkaian program tematik literasi di SDN 1 Srikaton, mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Lampung Desa Srikaton mulai melaksanakan program literasi di SMP Diponegoro Srikaton. Pada hari pertama kegiatan, mahasiswa mengajak siswa untuk membuat tulisan cerita berdasarkan buku bacaan yang telah disediakan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa dalam memahami isi bacaan sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dalam menuliskan kembali cerita dengan pemahaman dan bahasa mereka sendiri.
Kegiatan diawali dengan membagikan buku bacaan kepada masing-masing siswa. Buku yang digunakan merupakan buku bacaan dari Perpustakaan Nasional yang telah dipilih untuk kegiatan literasi. Setelah mendapatkan buku, siswa diberikan waktu untuk membaca dan memahami cerita yang ada di dalamnya. Mahasiswa juga mendampingi siswa selama proses membaca, terutama ketika terdapat bagian cerita yang belum mereka pahami.

Setelah selesai membaca, siswa kemudian diarahkan untuk menentukan beberapa komponen penting yang terdapat dalam cerita. Komponen tersebut meliputi judul, tema, tokoh, latar, alur, dan pesan moral. Mahasiswa memberikan penjelasan sederhana mengenai masing-masing komponen agar siswa lebih mudah menemukannya dari buku yang telah mereka baca. Siswa kemudian mencoba mengisi setiap bagian berdasarkan pemahaman mereka terhadap isi cerita.
Kegiatan ini tidak hanya membuat siswa membaca buku, tetapi juga mengajak mereka untuk lebih memperhatikan isi cerita secara keseluruhan. Saat menentukan tokoh, misalnya, siswa harus memahami siapa saja yang terlibat dalam cerita, sedangkan untuk menentukan alur mereka perlu memahami bagaimana cerita tersebut berjalan dari awal hingga akhir. Mahasiswa turut membantu siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menemukan bagian-bagian tersebut dengan memberikan pertanyaan atau contoh yang berkaitan dengan cerita yang mereka baca.
Suasana kegiatan berlangsung cukup aktif karena setiap siswa mendapatkan buku dan cerita yang berbeda sehingga jawaban yang mereka tuliskan juga beragam. Beberapa siswa terlihat antusias ketika menceritakan kembali bagian cerita yang menurut mereka menarik. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi lebih dekat dengan siswa SMP dan melihat bagaimana mereka memahami serta menanggapi sebuah bacaan.
Melalui kegiatan menulis cerita berbasis bahan bacaan ini, mahasiswa KKN berharap siswa SMP Diponegoro dapat semakin terbiasa membaca sekaligus mampu memahami isi bacaan dengan lebih baik. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program literasi di SMP Diponegoro yang nantinya akan dikembangkan melalui kegiatan menulis dan mengolah kembali cerita dari buku yang telah dibaca. Dengan cara tersebut, mahasiswa berharap kegiatan literasi tidak hanya berhenti pada membaca, tetapi juga dapat melatih kemampuan siswa dalam berpikir, memahami, dan menyampaikan kembali isi sebuah cerita.
