Serdang, 9 Januari 2026 – Tim KKN Universitas Lampung Desa Serdang 2 yang beranggotakan 14 mahasiswa melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Jumadi selaku Kepala Dusun 1B, Kamis, 9 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Kunjungan yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB ini menjadi momentum penting bagi tim untuk memahami secara mendalam kondisi wilayah, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat Dusun 1B.
Berbeda dengan kunjungan ke RT sebelumnya yang hanya dihadiri empat anggota, kali ini seluruh anggota tim hadir untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat.
Ledakan Populasi dan Dinamika Dusun 1B
Pak Jumadi menyambut hangat kedatangan mahasiswa KKN dan memberikan paparan komprehensif tentang kondisi Dusun 1B. Beliau menjelaskan bahwa wilayah yang dipimpinnya mengalami ledakan populasi akibat banyaknya pembangunan perumahan.
“Dusun 1B ini sekarang banyak perumahan. Kalau dihitung, di luar perumahan saja sudah ada sekitar 320 kepala keluarga. Kalau ditambah perumahan, bisa mencapai setengahnya lagi. Jadi memang populasinya meningkat pesat,” jelas Pak Jumadi.
Dinamika ini menciptakan karakteristik masyarakat yang beragam, dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan yang berbeda-beda. Di sisi lain, Dusun 1B juga memiliki potensi yang menarik, termasuk keberadaan ibu-ibu PKK yang aktif menanam tanaman obat keluarga (TOGA).
Tantangan Pertanian di Tengah Ledakan Populasi
Meskipun wilayahnya berkembang pesat, Pak Jumadi menjelaskan bahwa sebagian masyarakat Dusun 1B masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun, sektor ini menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian.
“Pertanian di sini sebenarnya bisa menghasilkan berbagai macam tanaman. Sumber informasi juga ada. Tapi masalahnya, masyarakat rata-rata kurang ilmu untuk meningkatkan produktivitas tanaman,” ungkap Pak Jumadi.
Beliau menyebutkan beberapa kendala konkret yang dihadapi petani lokal, seperti kurangnya pengetahuan tentang bibit unggul, teknik pemupukan yang tepat, dan cara mengatasi tantangan tekstur tanah yang berpasir di wilayah tersebut. Kondisi tanah berpasir ini menjadi faktor penghambat produktivitas pertanian jika tidak dikelola dengan baik.
Saran Program Kerja: Pupuk Organik sebagai Solusi
Mendengar paparan dari tim KKN tentang rencana program kerja, Pak Jumadi memberikan saran yang sangat aplikatif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Beliau merekomendasikan program yang modalnya tidak terlalu besar namun memberikan manfaat jangka panjang.
“Menurut saya, kalian bisa fokus ke pupuk organik. Ini yang paling dibutuhkan dan modalnya tidak terlalu besar. Masyarakat perlu tahu cara membuat pupuk organik sendiri supaya bisa meningkatkan hasil panen tanpa harus keluar biaya besar untuk pupuk kimia,” saran Pak Jumadi.
Ide tentang pupuk organik ini disambut antusias oleh tim KKN karena sangat selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini juga dinilai dapat memberikan dampak jangka panjang karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa terus dimanfaatkan masyarakat setelah KKN berakhir.
Koordinasi adalah Kunci Kesuksesan
Selain memberikan saran tentang program kerja, Pak Jumadi juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik dalam setiap langkah pelaksanaan KKN. Beliau menyarankan tim untuk selalu berkonsultasi dengan Kepala Dusun sebelum melaksanakan program, terutama yang berkaitan dengan mobilisasi masyarakat.
“Jangan lupa selalu konsultasi dengan Kadus ya. Kalau ada kegiatan, koordinasi dulu supaya bisa berjalan lancar. Nanti saya juga bisa bantu mobilisasi warga kalau memang programnya bagus dan bermanfaat,” ujar Pak Jumadi.
Beliau juga mendukung ide untuk membuat undangan yang mencakup seluruh program kerja sekaligus agar lebih efisien. Saran untuk mengadakan perkumpulan RT dan masyarakat di posko juga disampaikan sebagai strategi membangun komunikasi yang lebih intens dengan warga.
Diskusi Produktif dan Inspiratif
Selama dua setengah jam, diskusi berlangsung sangat produktif dengan suasana yang santai namun penuh substansi. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi tentang kondisi desa, tetapi juga inspirasi tentang program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pak Jumadi sangat terbuka dan informatif. Beliau tidak hanya memberikan data, tapi juga solusi konkret yang bisa kami implementasikan. Kami jadi lebih yakin bahwa program pupuk organik ini bisa menjadi salah satu program unggulan kami,” ungkap salah satu anggota tim dengan antusias.
Tim juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya merancang program yang bukan hanya bermanfaat secara teori, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keterbatasan modal dan sumber daya masyarakat.
Siap Wujudkan Program Berbasis Kebutuhan
Kunjungan ke kediaman Pak Jumadi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perencanaan program kerja KKN. Dengan memahami potensi dan tantangan yang dihadapi masyarakat Dusun 1B, tim kini memiliki peta yang lebih jelas dalam merancang program yang tepat sasaran.
“Informasi dan saran dari Pak Kadus sangat berharga. Kami akan segera menindaklanjuti dengan mematangkan konsep program pupuk organik dan program lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Koordinasi dengan Pak Kadus juga akan terus kami jaga agar program berjalan lancar,” pungkas koordinator kelompok.
Dengan modal informasi yang lengkap dan dukungan dari tokoh masyarakat, Tim KKN Desa Serdang 2 semakin siap untuk melaksanakan program kerja yang tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan Desa Serdang.


