Pada Selasa, 28 Juli 2026, kegiatan gotong royong berlangsung di Dusun 2 Pekon Sudimoro dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Pekon, Kepala Dusun 2, serta masyarakat setempat yang antusias turun tangan membersihkan lingkungan sekitar. Kehadiran para tokoh masyarakat ini menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan cerminan nyata kepedulian pemimpin desa terhadap kebersihan dan kenyamanan warganya.
Kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan menjadi bukti kuatnya semangat kekeluargaan yang masih terjaga di Dusun 2. Melalui kerja sama antara perangkat pekon dan masyarakat, lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Gotong royong ini menjadi pengingat bahwa kebersihan dan keharmonisan desa selalu lahir dari kerja bersama, bukan usaha satu pihak saja.

Pada hari yang sama, mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Unila 2026 melaksanakan salah satu program kerja unggulan, yaitu pembuatan rambu evakuasi, bekerja sama langsung dengan Ketua RT 1. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peta rawan bencana yang telah disusun sebelumnya, dengan tujuan memberikan penanda yang jelas bagi warga mengenai jalur evakuasi teraman saat terjadi kondisi darurat, khususnya bencana banjir. Dukungan dan arahan dari Ketua RT 1 menjadi bekal penting dalam menentukan titik-titik strategis pemasangan rambu di wilayah tersebut.
Proses pengerjaan berlangsung dengan penuh kekompakan antara mahasiswa dan pihak RT, mulai dari persiapan bahan, pembuatan rambu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Dusun 1 dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mewujudkan lingkungan yang lebih tanggap dan siaga bencana.

Sebagai bagian dari program kerja pemberdayaan UMKM, mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Unila 2026 turut membantu ibu-ibu RT 6 dalam mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) berupa produksi kacang bawang. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian kami terhadap potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan warga sebagai sumber penghasilan tambahan. Bersama ibu-ibu setempat, kami turut serta dalam proses pembuatan kacang bawang, mulai dari pengolahan bahan, penggorengan, hingga pengemasan produk agar lebih menarik dan siap dipasarkan.
Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membantu secara fisik dalam proses produksi, tetapi juga berbagi wawasan mengenai pentingnya pengemasan yang baik dan strategi pemasaran sederhana untuk meningkatkan nilai jual produk. Kebersamaan yang terjalin antara mahasiswa dan ibu-ibu RT 6 semakin mempererat hubungan kekeluargaan, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi warga untuk terus mengembangkan usaha kacang bawang sebagai salah satu produk unggulan UMKM di lingkungan Pekon Sudimoro.
