Bandar Lampung, 10 Januari 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kelompok Nunyai 2 bergerak cepat untuk mematangkan persiapan teknis sekaligus mulai membaur dengan dinamika kehidupan masyarakat setempat. Hari ini menjadi momen penting untuk membangun “identitas” kelompok di lokasi pengabdian.
Peresmian Posko dan Pematangan Agenda
Kegiatan pagi hari diawali dengan pemasangan banner posko di kediaman yang menjadi pusat koordinasi Kelompok Nunyai 2. Pemasangan banner ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk keterbukaan kami bahwa mahasiswa KKN telah siap melayani dan berkolaborasi dengan warga.
Setelah posko resmi beridentitas, seluruh anggota kelompok berkumpul untuk melakukan diskusi intensif mengenai rencana jadwal kegiatan (timeline). Kami menyusun detail agenda harian agar seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran selama periode KKN berlangsung.
Eksplorasi Lingkungan dan Potensi UMKM
Siang harinya, Kelompok Nunyai 2 melakukan survei lapangan dengan berkeliling wilayah Kelurahan Rajabasa Nunyai, dengan fokus utama di wilayah Lingkungan 2. Dalam pemantauan ini, kami melihat dari dekat potensi ekonomi lokal berupa pelaku UMKM yang ada di sekitar wilayah tersebut.
Observasi ini sangat penting bagi kami untuk memetakan tantangan dan peluang yang ada, sehingga program kerja yang kami usung nantinya dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif di Kelurahan Rajabasa Nunyai.
Hangatnya Sambutan Warga RT 07
Salah satu momen paling berkesan hari ini adalah saat kami menyempatkan diri mengobrol langsung dengan salah seorang warga di RT 07. Dalam percakapan yang hangat tersebut, warga sangat antusias menanyakan rencana kegiatan yang akan kami laksanakan.
Beliau juga memberikan suntikan semangat yang luar biasa kepada kami.
“Semoga semua rencana kegiatannya berjalan lancar ya, Nak. Yang penting semangat dan bisa bermanfaat buat warga di sini,” ujar beliau sembari tersenyum.
Dukungan tulus seperti inilah yang menjadi energi tambahan bagi Kelompok Nunyai 2. Kami menyadari bahwa keberhasilan KKN bukan hanya soal menyelesaikan program, tetapi tentang seberapa besar kita bisa menjalin kedekatan emosional dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
