🗓️ 5 Januari 2026 | 📍 Desa Gedung Agung, Lampung Selatan | ⏱️ 3 Menit Membaca | ✍️ Tim KKN Unila Periode I
Langkah Awal Pengabdian
Senin (05/01), kami dari tim mahasiswa KKN Unila Periode I resmi memulai langkah awal pengabdian di Desa Gedung Agung. Kunjungan Pra-KKN ini bukan sekadar survei lokasi, melainkan momen penting bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi warga dan memahami denyut nadi kehidupan di desa yang kaya akan potensi ini.
Perjalanan kami dimulai dengan koordinasi di tingkat Kecamatan, sebelum akhirnya disambut hangat oleh jajaran perangkat desa di Kantor Desa Gedung Agung.
Audiensi Strategis di Kantor Desa Gedung Agung
Setelah koordinasi kecamatan selesai, tim melanjutkan agenda audiensi di Kantor Desa Gedung Agung. Kami disambut langsung oleh jajaran aparatur desa, termasuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa.
Dalam sesi diskusi ini, Bapak Kepala Desa menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir secara formalitas, namun harus menjadi problem solver yang menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan desa. Pihak desa memberikan keleluasaan bagi tim untuk mengeksplorasi potensi yang ada, dengan pesan utama untuk selalu menjunjung tinggi adat istiadat dan menjaga norma kesopanan selama masa pengabdian.

Sinergi hangat antara mahasiswa KKN dengan Sekretaris Desa Gedung Agung dalam sesi diskusi pemetaan masalah desa
Snapshot Potensi: Pemetaan Fundamental Desa Gedung Agung
Gedung Agung bukan sekadar lokasi pengabdian, melainkan ekosistem produktif dengan karakteristik yang unik. Setelah berdialog bersama perangkat desa, kami merangkum potret fundamental desa mulai dari denyut ekonomi agraris hingga harmoni sosialnya dalam ringkasan informatif berikut ini.
Sektor Agraris
70% Warga petani palawija (Jagung & Singkong).
Peternakan
Hampir tiap rumah memiliki ternak sapi mandiri.
Demografi
Harmoni Jawa & Palembang serta Lampung & Sunda.
Layanan
±200 Siswa SD dan aktif di 3 Dusun Posyandu.
Membawa Inovasi, Bukan Sekadar Formalitas
Bertempat di aula desa, Bapak Kepala Desa menitipkan amanah agar kehadiran tim mahasiswa KKN Unila dapat bertransformasi menjadi solusi nyata bagi Desa Gedung Agung. Beliau menekankan urgensi inovasi yang menyentuh tiga pilar utama: Pertanian, Peternakan, dan Digitalisasi.
Observasi kami mengidentifikasi tantangan signifikan sekaligus peluang emas pada komoditas lokal, seperti melimpahnya panen singkong dan jagung selama ini masih dipasarkan dalam bentuk mentah kepada tengkulak tanpa sentuhan inovasi olahan. Merespons hal tersebut, kami berkomitmen menginisiasi program hilirisasi produk melalui pemberdayaan UMKM lokal serta memperkenalkan digitalisasi layanan untuk menciptakan efisiensi administrasi desa yang lebih modern.
Membangun Sinergi, Merawat Tradisi
Selain fokus pada program kerja, kami juga belajar tentang kearifan lokal Desa Gedung Agung. Mulai dari kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian, hingga semangat kebersamaan ibu-ibu melalui senam Sabtu sore. Kami sadar, keberhasilan KKN bukan hanya soal berapa banyak program yang terlaksana, tapi seberapa jauh kami bisa menyatu dan menjaga kesopanan di tengah masyarakat yang heterogen ini.
Kami menutup kunjungan hari ini dengan meninjau lokasi posko dan menyapa warga sekitar. Energi positif dari warga Gedung Agung menjadi bahan bakar bagi kami untuk memberikan yang terbaik selama satu bulan ke depan.

1 thought on “Pra-KKN : Sinergi Birokrasi, Observasi Potensi, dan Persiapan Posko Desa Gedung Agung”