Bandar Lampung – Menjelang pelaksanaan Lokakarya tingkat kelurahan yang menjadi gerbang utama peresmian program kerja, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Desa Karang Maritim 1 kembali menggelar pertemuan daring bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Khairunnisa Simbolon, S.IP., MA., pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Agenda konsultasi yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan untuk membedah dan mematangkan matriks program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa pasca-survei lapangan. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh Kelompok Karang Maritim 1, tetapi juga melibatkan tiga kelompok bimbingan lainnya, yaitu Karang Maritim 2, Panjang Selatan 1, dan Panjang Selatan 2. Forum gabungan ini dimanfaatkan untuk saling bertukar ide sekaligus memastikan setiap program yang dirancang memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi dan realistis untuk dilaksanakan selama periode KKN.
Dalam sesi pemaparan, Kelompok Karang Maritim 1 mengajukan sejumlah inisiatif program kreatif yang menyasar isu lingkungan dan tata kelola wilayah. Beberapa program unggulan yang dikonsultasikan antara lain “Kotak Dosa” (Donasi Sampah), sebuah inovasi pengelolaan limbah domestik; “Ecofun” (Ecoprint Fun) yang berfokus pada edukasi lingkungan yang menyenangkan; serta “Petada” (Pemetaan Tata Daerah) yang ditargetkan untuk membantu administrasi kewilayahan setempat.


Diskusi berjalan intensif dengan fokus utama pada penelaahan urgensi dan efektivitas masing-masing program. DPL memberikan arahan mendalam mengenai pentingnya kesesuaian antara program yang diajukan dengan kebutuhan riil masyarakat Karang Maritim yang telah ditemukan saat survei sebelumnya. Proses “uji kelayakan” ini menjadi filter krusial untuk menentukan apakah sebuah program layak dilanjutkan (Go) atau perlu direvisi (No-Go) sebelum dipresentasikan secara resmi di hadapan perangkat kelurahan dan masyarakat pada agenda Lokakarya mendatang.
Dengan selesainya tahap konsultasi ini, Kelompok Karang Maritim 1 kini tengah melakukan finalisasi matriks program kerja, memastikan seluruh masukan dari DPL terakomodasi demi kelancaran implementasi pengabdian di lapangan.
