
Bandar Lampung, 26 Januari 2026
Pada hari ini, Kelompok KKN melaksanakan kegiatan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan program kerja pemasangan biopori sekaligus penentuan titik koordinat wilayah rawan banjir dan rawan longsor. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga program kerja yang akan dilaksanakan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan survei tersebut, kelompok KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dan menggali informasi langsung dari Ketua RT dan anggota Linmas setempat. Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, kelompok KKN memperoleh gambaran awal mengenai lokasi-lokasi yang selama ini sering terdampak banjir serta area yang berpotensi mengalami longsor. Informasi dari aparat lingkungan ini menjadi acuan awal sebelum dilakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Setelah mendapatkan informasi awal, kelompok KKN bersama RT dan Linmas melakukan survei langsung dengan berkeliling wilayah pemukiman dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan secara nyata, mulai dari sistem drainase, kontur tanah, hingga titik-titik yang sering mengalami genangan air atau memiliki risiko pergerakan tanah saat musim hujan.
Dalam proses survei tersebut, kelompok KKN melakukan penandaan atau menitiki beberapa lokasi yang dinilai rawan banjir dan rawan longsor. Penitikan ini dilakukan untuk menentukan titik koordinat yang akurat, yang nantinya akan digunakan sebagai data pendukung dalam perencanaan program kerja. Selain itu, titik-titik strategis untuk pemasangan biopori juga ditentukan berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan.
Titik koordinat yang telah ditentukan kemudian dicatat dan didokumentasikan secara sistematis. Data hasil penitikan ini direncanakan akan dimasukkan ke dalam pembuatan peta wilayah rawan banjir dan longsor, sehingga dapat memberikan gambaran visual yang jelas mengenai kondisi kerawanan lingkungan di wilayah tersebut. Peta ini diharapkan dapat menjadi alat bantu dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan mitigasi bencana.
Kegiatan survei ini tidak hanya bertujuan untuk pengumpulan data, tetapi juga sebagai upaya membangun komunikasi dan kerja sama antara kelompok KKN dengan RT, Linmas, dan masyarakat setempat. Keterlibatan aparat lingkungan sangat membantu dalam memastikan bahwa titik-titik yang ditentukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan pengalaman warga selama ini.
Secara keseluruhan, kegiatan survei, penitikan lokasi, dan pengumpulan data untuk pembuatan peta wilayah rawan banjir dan longsor ini berjalan dengan lancar. Hasil kegiatan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan peta kerawanan serta pelaksanaan program pemasangan biopori ke depannya, dengan harapan dapat membantu mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah tersebut.
