Pesisir Barat, 20 Juli 2026 – Semangat kolaborasi antara Pemerintah Desa Raja Basa, aparatur desa, perwakilan masyarakat, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung terus diperkuat melalui pembentukan panitia Program SAKSI serta diskusi lanjutan mengenai SIGMADes (Sistem Informasi Geografis dan Pemetaan Administrasi Desa). Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Raja Basa ini menjadi langkah penting dalam memastikan setiap program kerja dapat terlaksana secara terarah, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan rutinitas pagi di posko, meliputi pelaksanaan ibadah, piket kebersihan, memasak sarapan bersama, serta briefing untuk membahas pembagian tugas sebelum berangkat menuju Balai Desa Raja Basa. Persiapan tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan efektif.
Pertemuan di Balai Desa dibuka dengan pembahasan mengenai pembentukan panitia Program SAKSI, yang dihadiri oleh Kepala Desa Raja Basa, aparatur desa, perwakilan masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Lampung. Dalam forum tersebut, seluruh peserta bersama-sama menyusun struktur kepanitiaan, membahas pembagian tugas, serta menyepakati bentuk koordinasi yang akan dilakukan selama pelaksanaan program. Kehadiran berbagai unsur desa dalam proses ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyukseskan Program SAKSI melalui keterlibatan aktif seluruh pihak. Diskusi berlangsung secara terbuka sehingga berbagai masukan dari pemerintah desa maupun masyarakat dapat dihimpun sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan program. Melalui musyawarah tersebut, tercipta kesepahaman mengenai peran masing-masing pihak sehingga pelaksanaan Program SAKSI diharapkan dapat berjalan lebih terorganisasi, efektif, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Raja Basa.
Setelah pembentukan panitia selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama aparatur desa mengenai perkembangan Program SIGMADes (Sistem Informasi Geografis dan Pemetaan Administrasi Desa). Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan progres pengumpulan data administrasi dan pemetaan yang telah dilakukan, kemudian berdiskusi mengenai langkah-langkah lanjutan untuk melengkapi data yang masih diperlukan. Aparatur desa juga memberikan berbagai masukan terkait kondisi wilayah, batas administrasi, serta informasi yang perlu diperbarui agar hasil pemetaan yang disusun lebih akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan. Koordinasi lanjutan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan SIGMADes sebagai salah satu program yang diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Raja Basa dalam pengelolaan data administrasi desa secara lebih sistematis. Sinergi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan aparatur desa diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih tertata sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pelayanan administrasi maupun perencanaan pembangunan desa di masa mendatang.
Setelah seluruh agenda di Balai Desa selesai, mahasiswa kembali ke posko untuk menyusun dokumentasi kegiatan, merapikan administrasi program kerja, serta melakukan evaluasi harian. Dalam evaluasi tersebut, seluruh anggota kelompok membahas hasil pembentukan panitia Program SAKSI, perkembangan SIGMADes, serta menyusun rencana tindak lanjut sebagai persiapan pelaksanaan program-program berikutnya. Melalui rangkaian kegiatan ini, komitmen untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Raja Basa, dan masyarakat semakin diperkuat. Pembentukan panitia Program SAKSI serta penguatan koordinasi SIGMADes menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelaksanaan program kerja yang partisipatif, terarah, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Raja Basa.
