Lampung Selatan – Sabtu, 10 Januari 2026, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diawali dengan persiapan rutin di posko. Sejak pagi hari, seluruh anggota kelompok bergantian mandi, bersiap, dan melaksanakan sarapan bersama sebagai bentuk persiapan sebelum menjalankan agenda kegiatan lapangan yang telah direncanakan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, kelompok KKN berangkat menuju rumah Kepala Dusun Margakaca. Setibanya di lokasi, kami disambut dengan ramah dan dipersilakan duduk di teras rumah. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna, dengan agenda utama membahas kondisi dusun serta potensi dan peluang program kerja yang dapat dikolaborasikan selama pelaksanaan KKN.
Dalam diskusi tersebut, Kepala Dusun Margakaca menyampaikan berbagai informasi penting terkait kondisi sosial, kesehatan, dan lingkungan di wilayahnya. Beberapa poin yang dibahas antara lain adanya kegiatan rutin pengajian ibu-ibu setiap hari Jumat, kegiatan les anak-anak pada akhir pekan yang diampu oleh mahasiswa, serta pelaksanaan posyandu yang rutin dilaksanakan pada minggu kedua setiap bulan di Perumahan Asy Syifa. Selain itu, disampaikan pula bahwa pemilahan sampah masih menjadi kendala sehingga pengelolaan sampah masih dilakukan dengan cara pembakaran.
Dari sisi mata pencaharian, mayoritas warga bekerja sebagai buruh pabrik, dengan sebagian lainnya sebagai peternak dan petani skala perorangan. Tidak terdapat kelompok tani aktif karena jumlah petani yang semakin berkurang. Dusun ini juga memiliki kebun cabai dan jagung, peternakan sapi dan ayam, serta tanaman obat keluarga (TOGA) yang saat ini dirawat langsung oleh Kepala Dusun. Kegiatan PKK, senam, dan kerja bakti diketahui sudah jarang dilakukan. Dusun Margakaca juga sering menjadi lokasi KKN dari berbagai perguruan tinggi.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, kemudian sekitar pukul 09.00 WIB kelompok kembali ke posko.

Sekitar pukul 09.50 WIB, kelompok KKN melanjutkan kegiatan dengan berkunjung ke rumah Kepala Desa Pemanggilan, yang juga merupakan tempat praktik Bidan Desa, Ibu Hanim. Kedatangan kami kembali disambut dengan hangat. Dalam pertemuan ini, diskusi difokuskan pada kegiatan posyandu, PKK, dan isu kesehatan masyarakat.
Beberapa hal penting yang disampaikan antara lain jadwal posyandu yang sebagian besar dilaksanakan pada minggu pertama, kondisi stunting yang saat ini berada pada angka nol namun masih memiliki faktor risiko, serta tingginya kasus hipertensi dan diabetes mellitus di masyarakat. Pemerintah desa juga menyampaikan dorongan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim), dengan harapan adanya program yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan produk nyata, seperti pengolahan TOGA, jamu, hingga inovasi produk seperti kombucha.
Selain itu, disampaikan pula harapan agar mahasiswa KKN dapat membantu dalam aspek digitalisasi dan edukasi, guna mengurangi kesenjangan pengetahuan teknologi di masyarakat. Diskusi juga menyinggung keberadaan Prolanis yang belum merata, kegiatan remaja di posyandu induk, serta rencana penyuluhan kesehatan seperti NAPZA. Pertemuan diakhiri dengan sesi dokumentasi dan dilanjutkan dengan kepulangan ke posko sekitar pukul 11.00 WIB untuk istirahat, makan siang, dan salat Zuhur.

Pada pukul 12.50 WIB, kelompok KKN kembali berangkat menuju Balai Desa Pemanggilan dengan rencana pembagian tugas, yaitu sebagian mengikuti rapat koordinasi desa (Rakordes) dan sebagian melakukan silaturahmi ke Dusun Induk. Namun, setibanya di balai desa, kondisi masih tutup dan belum ada kegiatan. Oleh karena itu, kelompok memutuskan untuk mendatangi rumah Kepala Dusun Induk sesuai janji yang telah disepakati sebelumnya.
Setelah bertanya kepada warga sekitar, kami berhasil menemukan rumah Kepala Dusun Induk dan kembali disambut dengan ramah. Diskusi berlangsung mengenai kondisi dusun serta rencana program kerja KKN. Di tengah pertemuan, hujan deras turun sehingga kelompok tidak dapat langsung kembali. Momen tersebut dimanfaatkan untuk berbincang santai dan mempererat hubungan silaturahmi dengan Kepala Dusun.
