Bandar Lampung, 11 Januari 2026 Berdasarkan pengamatan langsung dan pembicaraan dengan penduduk setempat, didapatkan pemahaman menyeluruh mengenai keadaan lingkungan, aktivitas warga, serta masalah yang dihadapi di area pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Secara umum, keadaan sekitar di lokasi ini dianggap cukup aman dari banjir karena genangan air yang terjadi cenderung cepat hilang. Namun, banjir masih tetap menjadi salah satu masalah yang dirasakan oleh warga, terutama di beberapa area yang terletak dekat dengan aliran sungai dan pemukiman penduduk. Dalam situasi tertentu, kekhawatiran akan kemungkinan genangan air masih ada, sehingga masyarakat sangat berharap dukungan dan perhatian dari pihak-pihak yang berwenang, baik dalam bentuk bantuan segera maupun upaya jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.
Dari segi sarana dan kebutuhan sehari-hari, area ini didukung oleh beberapa toko kecil dan layanan pengisian galon air yang mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Di samping itu, sebelumnya ada papan penunjuk lokasi, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. Interaksi sosial dan kegiatan keagamaan masyarakat berlangsung dengan baik dan teratur. Ada kegiatan rutin di madrasah yang diadakan setiap hari Jumat siang sebagai media pendidikan dan pembinaan agama untuk anak-anak. Selain itu, aktivitas mengaji setelah Maghrib juga dilakukan secara teratur dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat.
Aktivitas keagamaan lainnya yang cukup terlihat adalah pelaksanaan hadroh yang dilakukan secara teratur setiap malam Kamis. Kegiatan ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan menjalin hubungan antarwarga. Di samping itu, pengajian yang diadakan oleh ibu-ibu setiap Jumat siang di musholla turut memperkuat hubungan sosial serta peran wanita dalam kegiatan keagamaan dan masyarakat di daerah tersebut.

Di sektor sosial, keterlibatan masyarakat tergolong tinggi, terutama dalam acara gotong royong, perayaan hari besar, dan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Aktivitas kesehatan masyarakat juga berlangsung secara teratur, terlihat dari adanya senam bersama yang diadakan setiap Minggu pagi dan dihadiri oleh para ibu dan orang tua. Selain itu, program posyandu yang dilaksanakan setiap bulan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dasar untuk masyarakat, terutama bagi anak-anak dan orang tua, yang berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
Dari sudut pandang ekonomi, warga memiliki berbagai macam potensi. Beberapa penduduk terlibat dalam aktivitas pertanian dengan memanfaatkan tanah yang tersedia untuk menanam berbagai jenis tanaman seperti terong, cabai, dan kangkung. Aktivitas pertanian ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan telah menghasilkan panen sebanyak dua hingga tiga kali. Selain dari pertanian, ada juga kegiatan peternakan yang memberikan tambahan pendapatan bagi beberapa warga. Di sektor usaha rumah tangga, terdapat pabrik kerupuk dan pabrik tempe yang merupakan potensi ekonomi lokal. Produk-produk dari usaha tersebut tidak hanya dijual di sekitar lingkungan, tetapi juga dipasarkan secara keliling untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Meskipun jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah ini masih relatif kecil, kehadiran usaha tersebut berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat.
Sejalan dengan kemajuan teknologi dan cara pembayaran, beberapa pelaku bisnis mulai menggunakan metode pembayaran digital lewat QRIS. Penggunaan QRIS dianggap sangat bermanfaat dalam menyederhanakan proses transaksi jual beli, baik untuk penjual maupun pembeli. Namun, penerapan sistem ini belum merata sehingga perlu adanya dukungan dan penyuluhan lebih lanjut agar semua pelaku bisnis dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal.
Secara keseluruhan, kawasan KKN menunjukkan keadaan sosial, ekonomi, dan keagamaan yang cukup positif serta didukung oleh lingkungan yang terbilang aman meskipun tetap ada masalah yang berkaitan dengan banjir. Jika potensi yang ada dikelola dan dikembangkan dengan baik, hal ini bisa menjadi landasan dalam merencanakan dan melaksanakan program kerja KKN yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan serta isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
