Bandar Lampung, 15 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung di Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, melaksanakan kunjungan ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yaitu rumah produksi keripik pisang Sa Ja Ya Keripik Pisang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal sekaligus menggali informasi terkait pengembangan UMKM di wilayah kelurahan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN dipersilakan untuk melihat secara langsung seluruh proses produksi keripik pisang, mulai dari tahap pemilihan dan pemotongan pisang, proses penggorengan, hingga tahap akhir berupa pengemasan produk. Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai standar kebersihan, teknik pengolahan, serta proses pengemasan yang dilakukan untuk menjaga kualitas produk agar tetap baik hingga sampai ke tangan konsumen. Di sela-sela kunjungan, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mencicipi langsung keripik pisang hasil produksi sebagai bentuk keramahan dari pemilik usaha.
Usaha Sa Ja Ya Keripik Pisang dimiliki oleh Ibu Atri dan telah berdiri sejak tahun 2019. Ibu Atri menjelaskan bahwa usaha ini dirintis dengan modal awal sekitar Rp2.000.000,00. Seiring berjalannya waktu, rumah produksi ini juga memperoleh dukungan permodalan dari dinas terkait, mengingat pada awal pendiriannya skala produksi masih tergolong kecil. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu perkembangan usaha hingga mampu bertahan dan terus berkembang sampai saat ini.
Dalam hal pemasaran, produk keripik pisang Sa Ja Ya tidak hanya dipasarkan di wilayah Lampung, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah lain seperti Bogor, Jakarta, Surabaya, dan Medan. Bahkan, produk ini telah berhasil menembus pasar internasional, antara lain ke Malaysia dan Arab Saudi. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang hingga ke pasar yang lebih luas apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
Ibu Atri juga menyampaikan bahwa kendala utama yang dihadapi dalam menjalankan usaha ini adalah aspek pemasaran, khususnya dalam membangun dan menjaga jejaring distribusi, serta mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk agar tetap sesuai dengan permintaan pasar. Dalam satu hari, rumah produksi ini mampu memproduksi sekitar 100 hingga 200 kilogram keripik pisang, tergantung pada permintaan dan ketersediaan bahan baku.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN memperoleh banyak pembelajaran mengenai proses produksi UMKM, strategi pemasaran, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dalam merancang program kerja KKN yang berkaitan dengan pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kelurahan Tanjung Raya, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat secara berkelanjutan.

