Pada Jumat, 9 Januari 2026, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan rangkaian kegiatan lapangan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun pada malam sebelumnya. Kegiatan diawali pada pagi hari dengan persiapan bersama di posko, meliputi bergantian mandi, bersiap-siap, serta sarapan guna menunjang kelancaran kegiatan.
Sesuai dengan rundown, pada pukul 08.30 WIB kelompok KKN berjalan kaki menuju rumah Bapak Suprapto, Kepala Dusun Serbajadi 1, dengan tujuan melakukan tindak lanjut survei data serta meminta informasi dan kontak kepala dusun lain di Desa Pemanggilan. Namun, setibanya di lokasi, Bapak Suprapto tidak berada di rumah karena sedang menghadiri acara takziah. Oleh karena itu, kelompok KKN memutuskan untuk melanjutkan agenda ke Dusun Serbajadi 2.
Dengan bantuan informasi dari masyarakat setempat, kelompok KKN berhasil menemukan rumah Bapak Gholibin, Kepala Dusun Serbajadi 2. Kelompok KKN disambut dengan sangat baik oleh Bapak Gholibin beserta istri, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung kurang lebih selama dua jam. Diskusi tersebut membahas berbagai potensi dan permasalahan yang ada di Dusun Serbajadi 2, sekaligus menjadi sarana bagi kelompok KKN untuk menggali masukan terkait perencanaan program kerja.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Dusun Serbajadi 2 memiliki potensi yang cukup besar, khususnya pada sektor tanaman obat keluarga (TOGA) yang jumlahnya melimpah dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, dusun ini juga memiliki aktivitas sosial yang aktif, seperti pengajian rutin, kegiatan RISMA, posyandu yang berjalan dengan baik untuk berbagai kelompok usia, gotong royong kebersihan lingkungan, hingga kegiatan olahraga dan kepemudaan. Dari sisi lingkungan, terdapat perhatian terhadap isu pemilahan sampah serta adanya komitmen masyarakat melalui deklarasi dusun bebas asap.
Berdasarkan potensi tersebut, diskusi juga mengarah pada peluang pengembangan program unggulan yang berfokus pada pengolahan hasil TOGA dan ketahanan pangan, seperti pengolahan jamu secara lebih modern melalui inovasi produk fermentasi. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah bahan mentah, tetapi juga dapat mendorong branding Desa Pemanggilan sebagai desa jamu modern, membuka peluang penguatan UMKM, serta menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan edukasi pangan, khususnya terkait pola makan sehat dan diversifikasi konsumsi, juga menjadi salah satu perhatian yang selaras dengan kegiatan posyandu dan pengajian ibu-ibu.
Menjelang waktu salat Jumat, kelompok KKN berpamitan, melakukan dokumentasi kegiatan, dan kembali ke posko. Dari pertemuan ini, kelompok KKN juga memperoleh berbagai informasi penting, termasuk kontak kepala dusun lain serta mekanisme koordinasi dengan RT dan perangkat desa melalui penyampaian surat resmi.
Setibanya di posko, kelompok KKN menerima undangan dari Ibu RT 03 untuk menghadiri pengajian rutin yang dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB di Masjid Istiqomah. Kelompok KKN juga diberi kesempatan untuk mengisi kajian, yang kemudian dipercayakan kepada Koordinator Desa, Alfi Mufid. Kajian bertema Islam, Iman, dan Ihsandisampaikan dengan baik dan mendapat apresiasi positif dari Ibu RT serta para jamaah yang hadir.

Setelah kegiatan pengajian selesai, hujan deras menyebabkan kelompok KKN menunda aktivitas lanjutan hingga kondisi memungkinkan. Berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya dengan Kepala Desa Pemanggilan, kelompok KKN menghubungi Ibu Kepala Desa melalui WhatsApp untuk menjadwalkan pertemuan. Namun, karena beliau sedang melayani pasien di tempat praktik bidan, pertemuan tersebut disepakati untuk dijadwalkan ulang.
Kegiatan hari itu ditutup dengan kembali ke posko, melakukan pembersihan, menyiapkan makan malam, serta makan bersama. Pada malam hari, kelompok KKN melanjutkan diskusi internal guna menyusun dan mematangkan rencana program kerja berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Dusun Serbajadi 2 serta dinamika kegiatan masyarakat Desa Pemanggilan.
