Bandar Lampung, 14 Januari 2026 – Semangat pengabdian terpancar dari langkah Mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) Periode I Tahun 2026 di Kelurahan Gunung Sulah. Mengawali pagi pada pukul 08.00 WIB, para mahasiswa hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) yang diselenggarakan bersama tim kesehatan dari Puskesmas Way Halim. Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang diskusi strategis untuk menyinkronkan program kerja mahasiswa dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Dalam sesi diskusi yang dinamis, mahasiswa menyatakan komitmennya untuk melakukan kerja nyata yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Salah satu poin utama yang diangkat adalah optimalisasi layanan Posyandu. Mahasiswa tidak hanya fokus pada tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, tetapi juga pada kesehatan para lansia. Mereka berkomitmen membantu memastikan pemantauan kesehatan berkala bagi warga usia lanjut berjalan lebih intensif dan terukur di setiap lingkungan.
Selaras dengan misi kesehatan lingkungan, mahasiswa KKN Unila juga menyambut baik kolaborasi dalam program “Togaku” (Tanaman Obat Keluarga). Program dari Puskesmas ini dinilai sangat sejalan dengan agenda mahasiswa yang juga memiliki program kerja untuk ingin menghidupkan kembali tradisi “apotek hidup” di pekarangan rumah. Selain itu, penguatan kampanye Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadi agenda penting yang akan digalakkan bersama guna menciptakan lingkungan udara yang lebih bersih dan sehat di wilayah Gunung Sulah.
Komitmen mahasiswa tidak berhenti pada aspek kesehatan fisik saja. Segera setelah rangkaian kegiatan MMK usai, mahasiswa KKN langsung bergerak cepat melakukan langkah administratif untuk memulai misi sosial di bidang pendidikan. Mahasiswa mengajukan permohonan surat rekomendasi dari pihak Kelurahan Gunung Sulah sebagai dasar untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah tersebut.
Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk silaturahmi sekaligus proses perizinan resmi untuk melaksanakan agenda besar: Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak. Melalui program ini, mahasiswa akan terjun langsung ke dunia sekolah untuk mengedukasi siswa-siswi mengenai pencegahan kekerasan, pengenalan hak-hak dasar, serta menciptakan ruang belajar yang aman bagi semua.
