
Bandar Lampung, 30 Januari 2026. Kelurahan Perwata secara geografis merupakan sebuah wilayah permukiman yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup signifikan. Sehingga keberadaaan drainase yang optimal bukan lagi sekedar fasilitas umum, melainkan sebagai fasilitas utama dalam menjaga stabilitas lingkungan. Terlebih saat memasuki musim penghujan dengan intensitas yang tinggi. Drainse juga merupakan garda terdepan dalam mencegah terjadi genangan air yang berpotensi melumpuhkan aktivitas warga. Namun, fakta di lapangan telah menunjukkan adanya resiko berupa luapan air yang dipicu oleh sendimen tanah dan sumbatan sampah yang telah menyumbat aliran secara masif.


Dengan menyikapi kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Universitas Lampung turut hadir untuk mengambil peran sebagai katalisator perubahan melalui inisiasi sebuah gerakan kolektif yang berfokus pada penguatan ketahanan lingkungan yang berbasis partisipasi masyarakat. Melalui program unggulan bertajuk “Gerakan Gotong Royong dalam membentuk Lingkungan Bersih “. Kmai bergerak dalam prinsip bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan secara struktural oleh pemerintah. Melainkan harus melibatkan kesadaran kolektif dari masyarkat.

Dalam implementasi program kerja ini tidak hanya terbatas sebagai aksi fisik pembersihan lingkungan semata. Namun, juga dirancang sebagai upaya sistematis untuk menghidupkan kembali marwah budaya gotong royong yang kian terkikis oleh perubahan zaman. Kami percaya bahwa melalui nilai – nilai kebersamaan inilah yang telah menjadi sebuah pondasi sosial yang kuat dalam menciptakan solusi secara berkelanjutan. Dengan menyatukan tenaga mahasiswa dan semangat para warga lokal. Gerakan ini memiliki tujuan dalam menciptakan lingkungan kelurahan Perwata yang tidak hanya bersih secara estetika. Melainkan juga tangguh dan siap siaga dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta resiko bencana banjir dimasa depan.
