
Bandar Lampung, 20 Januari 2026. Keberadaan Sistem Drainase yang memiliki fungsi optimal secara teknis merupakan sebuah prasyarat utama dalam menciptakan standarisasi lingkungan di pemukiman yang sehat, higienis serta terjamin keamanannya dari risiko bencan banjir maupun luapan air di permukaan jalan. Terutama saat intensitas curah hujan yang meningkat tajam diawal tahun ini. Sistem drainase yang lancar bukan hanya sekedar infrastruktur fisik saja, Melainkan sebuah elemen yang krusial dalam menjaga daya dukung lingkungan terhadap aktivitas masyarakat serta meminimalisir potensi kerusakan jalan akiban pengikisan oleh genangan air.
Dengan menyadari kepentingan tersebut. Para mahasiswa KKN Kelurahan Perwata 2 memberikan inisiasi aksi nyata melalui program normalisasi dan restorasi fungsi drainasse di sejumlah titik strategis yang tersebar di sepanjang Jalan RE Marthadinata. Dengan adanya pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada observasi lapangan yang menunjukkan adanya hambatan yang signifikan pada laju arus air akibat akumulasi material limbah sampah. Kegiatan ini difokuskan pada pengangkatan material sampah plastik yang menyumbat celah di gorong – gorong. Proses pembersihan ini dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa debit air dapat mengalir secara lancar tanpa adanya hambatan menuju saluran pembuangan akhir. Selain itu, hal tersebut memiliki tujuan secara teknis untuk meminimalisir potensi genangan air di badan jalan utama yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Kegiatan ini berfungsi sebagai bentuk edukasi persuasif kepada masyarakat sekitar. Melalui aksi ini mahasiswa KKN perwata 2 berupaya dalam menumbuhkan kembali budaya gotong royong dan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pemeliharan infrastruktur publik secara mandiri. Dengan normalnya kembali fungsi saluran air dapat diharapkan memberikan kualitas sanitasi lingkungan yang baik.

Disela – sela waktu beristirahat dalam kegiatan gotong royong. Para mahasiswa KKN perwata 2 juga memanfaatkan momentum ini sebagai alat untuk berinteraksi secara intensif dengan masyarakat melalui pemberian edukasi mengenai program kerja budidaya maggot. Sosialisasi tersebut memiliki tujuan dalam memperkenalkan solsusi yang inovatif dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga. Dimana Maggot mampu digunakan sebagai agen penguraian alami yang tidak hanya maampu mereduksi sampah secara signifika. Tetapi juga memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai pakan ternak yang bekualitas. Dengan adanya interaksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan potensi perekonomian yang dapat digali oleh masyarkat kelurhan Perwata melalui pengelolaan limbah organik yang lebih organik dan ramah lingkungan.
