Suka Damai, 24 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Desa Suka Damai menggelar workshop pembuatan minuman tradisional di Balai Desa Suka Damai pada Selasa (tanggal dapat disesuaikan). Kegiatan ini diikuti oleh para ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK desa setempat dengan antusias.
Workshop ini bertujuan untuk melestarikan minuman tradisional berbahan alami sekaligus meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah bahan dapur menjadi produk yang bernilai guna dan berpotensi ekonomi. Minuman tradisional yang diperkenalkan dalam kegiatan ini terbuat dari bahan utama kunyit, kayu manis, dan lada yang dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Unila memberikan pemaparan singkat mengenai khasiat masing-masing bahan, mulai dari kunyit yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi, kayu manis yang dapat membantu menjaga kadar gula darah, hingga lada yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan menghangatkan tubuh. Setelah itu, peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan minuman tradisional tersebut, mulai dari tahap persiapan bahan, perebusan, penyaringan, hingga penyajian.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Unila menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, akan pentingnya menjaga tradisi minuman herbal nusantara. “Kami ingin memperkenalkan kembali minuman tradisional yang mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar kita, sehingga bisa menjadi alternatif minuman sehat bagi keluarga,” ujarnya.

Ketua PKK Desa Suka Damai mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh mahasiswa KKN Unila tersebut. Ia menilai workshop ini tidak hanya bermanfaat untuk menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang bagi ibu-ibu PKK untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis minuman tradisional. “Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ke depan, kami berharap minuman ini bisa dikemas dan dipasarkan sebagai produk khas desa,” tuturnya.
Kegiatan workshop ditutup dengan sesi tanya jawab dan mencicipi hasil minuman tradisional yang telah dibuat bersama. Suasana keakraban dan semangat kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, menandakan antusiasme peserta dalam melestarikan budaya minuman tradisional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Suka Damai.
