Sabah Balau, 2 Februari 2026 – Pada hari ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan proses lanjutan dari program kerja ECOBRICK, yaitu kegiatan pengeleman atau perekatan botol ecobrik ke dalam kerangka besi yang telah terpasang di Balai Desa Sabah Balau. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat struktur ecobrik agar botol-botol dapat tersusun dengan rapi, kokoh, dan tidak mudah lepas dari kerangka.
Proses pengeleman dilakukan secara bertahap dan teliti dengan menggunakan bahan perekat khusus, sehingga setiap botol dapat menempel dengan kuat pada kerangka besi. Mahasiswa bekerja sama membagi tugas, mulai dari mengoleskan lem, menempelkan botol, hingga memastikan posisi ecobrik sejajar dan simetris agar hasil akhirnya terlihat rapi dan menarik secara visual.
Setelah kegiatan pengeleman selesai, mahasiswa KKN melanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan Balai Desa, khususnya merapikan taman di area depan ecobrik yang sudah mulai terpasang. Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan rumput liar, menyapu area sekitar, serta menata kembali lingkungan agar tampilan ecobrik semakin terlihat indah dan nyaman dipandang.

Menariknya, selama proses pemasangan ecobrik berlangsung, banyak masyarakat yang melintas di sekitar Kantor Balai Desa Sabah Balau dan memperhatikan hasil karya mahasiswa. Beberapa warga bahkan sempat berhenti dan bertanya secara langsung mengenai ecobrik, seperti “Ini apa?” dan “Bagus ya, kreatif sekali.” Respons tersebut menunjukkan rasa penasaran sekaligus ketertarikan masyarakat terhadap program kerja yang sedang dilaksanakan.
Tidak sedikit pula masyarakat yang menanyakan fungsi dan manfaat ecobrik, serta bagaimana proses pembuatannya dari sampah plastik. Hal ini menjadi momen edukatif bagi mahasiswa KKN untuk secara langsung menjelaskan kepada masyarakat bahwa ecobrik merupakan salah satu inovasi pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap program ECOBRICK tidak hanya menghasilkan karya fisik semata, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai gerakan lingkungan di Desa Sabah Balau.

