Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Lokakarya KKN di Kelurahan Pasir Gintung sebagai agenda pemaparan dan pembahasan garis besar program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Kegiatan ini bertujuan untuk menyepakati rencana program antara mahasiswa dan pihak kelurahan agar pelaksanaan KKN dapat berjalan secara maksimal, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Lokakarya ini dihadiri oleh Ibu Lurah Pasir Gintung, Bapak Babinsa, Ibu dan Bapak Kepala Lingkungan, serta para Ketua RT. Kelurahan Pasir Gintung memiliki luas wilayah kurang lebih 30 hektar yang terbagi ke dalam dua lingkungan, yaitu Lingkungan 1 dengan 10 RT dan Lingkungan 2 dengan 11 RT. Kehadiran para pemangku kepentingan kelurahan menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program KKN di wilayah tersebut.
Dalam pemaparan awal, mahasiswa menyampaikan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelurahan, termasuk mengikuti piket malam apabila diperlukan serta kegiatan senam rutin setiap hari Selasa sore sebagai bentuk keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Pemaparan Program Kerja
Pada sesi pemaparan, mahasiswa menjelaskan program kerja yang terbagi ke dalam beberapa bidang utama. Pada bidang Pengelolaan Sampah Perkotaan, dipaparkan program BOTOLIN (Botol Bekas Jadi Tabungan Anak Mandiri), TOGANG (Tanam Obat dan Pangan di Lingkungan), Upcycled Plastic, Eco Enzyme, serta Rocket Stove. Program-program ini bertujuan untuk mengurangi sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendorong pemanfaatan limbah secara ramah lingkungan.
Selanjutnya, pada bidang Mitigasi Bencana dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), mahasiswa memaparkan program PAPAN AMAN berupa pemasangan papan jalur evakuasi, serta kegiatan simulasi bencana bagi anak sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak usia dini.
Pada bidang Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM, disampaikan program PETAMKM untuk pendataan dan pemetaan UMKM, serta BRANDU sebagai bentuk pendampingan branding dan promosi digital bagi pelaku UMKM di Kelurahan Pasir Gintung.
Bidang Sosialisasi dan Pencegahan Stunting meliputi edukasi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kegiatan posyandu, serta program CUKIS (Cuci Tangan Sehat) yang ditujukan bagi anak sekolah untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, pada bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, mahasiswa memaparkan program TAMENG PPA yang berfokus pada edukasi perlindungan anak, serta GERLITA (Gerakan Literasi Anak Kota) sebagai upaya meningkatkan literasi dan kesadaran anti-perundungan pada anak-anak.
Pada bidang Penataan Lingkungan, mahasiswa memperkenalkan program INTIPGANG yang bertujuan meningkatkan keselamatan warga melalui pemasangan kaca cembung di gang-gang rawan kecelakaan.
Sesi Diskusi dan Masukan
Pada sesi diskusi, berbagai masukan disampaikan oleh pihak kelurahan dan masyarakat. Bapak Yanto mengusulkan pemasangan kaca cembung di tikungan kelurahan yang rawan kecelakaan, sementara Ibu Nora mengusulkan pemasangan kaca cembung di perempatan dekat pasar. Terkait pengelolaan sampah, dijelaskan bahwa Rocket Stove hanya dapat digunakan untuk sampah kering, sedangkan sampah basah akan diolah melalui program Eco Enzyme.
Ibu Evi selaku Kepala Lingkungan 1 menyarankan agar mahasiswa mengikuti program rutin kelurahan seperti Jumat Bersih dan piket malam. Selain itu, Ibu Neneng dari Posyandu 2 menyampaikan pertanyaan terkait permasalahan stunting, baik pada balita dengan berat badan kurang maupun berlebih. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa menyampaikan bahwa edukasi gizi, khususnya pada masa 1000 HPK dan pembuatan MPASI yang tepat, akan menjadi fokus utama dalam program pencegahan stunting.
Sebagai penutup, pihak kelurahan berharap agar koordinasi selanjutnya dapat dilakukan secara lebih terbuka sehingga seluruh pihak dapat mengikuti perkembangan program yang akan dilaksanakan.
Melalui kegiatan Lokakarya KKN ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa dan pihak Kelurahan Pasir Gintung, sehingga seluruh program kerja KKN dapat terlaksana dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


