Kelurahan Rajabasa Jaya menjadi lokasi pelaksanaan Lokakarya Pra-KKN yang dilaksanakan pada pukul 16.05 WIB dan diikuti secara bersama oleh Kelompok KKN Rajabasa Jaya 1 dan Rajabasa Jaya 2. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Sumargono, M.Pd., Lurah Rajabasa Jaya Bapak Agus Purwanto, S.Sos., para Ketua RT, Kepala Lingkungan, perangkat kelurahan, serta mahasiswa KKN Universitas Lampung.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa, yang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak kelurahan dan masyarakat. Disampaikan pula harapan agar kegiatan KKN tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban akademik, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi Kelurahan Rajabasa Jaya. Mahasiswa juga membuka diri terhadap masukan dari masyarakat agar program kerja yang dilaksanakan tepat sasaran dan efektif.
Selanjutnya, DPL Bapak Sumargono, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Rajabasa Jaya yang telah menerima mahasiswa sejak kegiatan survei pada tanggal 6 sebelumnya. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa telah dibekali teori di bangku perkuliahan dan kini saatnya mengimplementasikan ilmu tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. DPL juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga sopan santun dan etika selama menjalankan KKN. Disampaikan pula bahwa terdapat 281 mahasiswa KKN di Kecamatan Rajabasa, dengan 26 mahasiswa (dua kelompok) ditempatkan di Kelurahan Rajabasa Jaya.
Dalam sambutannya, DPL menyoroti tema ruang terbuka hijau (RTH) dan mitigasi bencana, terutama menghadapi musim penghujan di mana beberapa titik mulai terdampak banjir. Rajabasa Jaya sebagai kelurahan terluas dinilai masih memiliki potensi ruang hijau yang perlu dijaga keberlanjutannya. Program penghijauan dan penanaman diharapkan mampu menjadi solusi bersama dengan melibatkan masukan masyarakat terkait lokasi dan kebutuhan. Selain itu, isu UMKM juga menjadi perhatian, khususnya kendala pada pemasaran digital, serta isu stunting yang berdasarkan temuan awal tidak ditemukan di wilayah ini, menjadi indikator kondisi gizi yang cukup baik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Lurah Rajabasa Jaya, Bapak Agus Purwanto, S.Sos. Beliau menyatakan kesiapan pihak kelurahan untuk mendukung penuh pelaksanaan KKN meskipun waktunya relatif singkat, yakni 30 hari. Disampaikan pula gambaran umum kondisi kelurahan yang memiliki wilayah dan jumlah penduduk terbesar, lahan persawahan yang masih luas, serta masyarakat yang guyub. Permasalahan utama yang menjadi perhatian adalah banjir kiriman dan pengelolaan sampah, sehingga diharapkan mahasiswa dapat membantu meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan.
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan kondisi desa oleh Ketua RT 04 Lingkungan 01, yang menyampaikan refleksi pengalaman KKN sebelumnya dan menekankan pentingnya program yang berkesan dan meninggalkan jejak nyata. Usulan yang disampaikan antara lain pemasangan papan nama gang dan program yang benar-benar berkelanjutan, mengingat pengalaman sebelumnya terkait program penghijauan yang kurang optimal.
Selanjutnya dilakukan pemaparan program kerja Kelompok KKN Rajabasa Jaya 1, meliputi: apengelolaan Sampah Perkotaan melalui program Gelora dan Aksi Jaya Bersih, Mitigasi Bencana dan RTH melalui program Hijau Siaga, Pengembangan UMKM melalui program Buka Wawasan, Buka Peluang, Stunting melalui program Gardu Gizi, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui program Generasi Peduli.
Sesi tanya jawab menghasilkan berbagai masukan, di antaranya kesiapan mahasiswa turun langsung dalam kegiatan gotong royong rutin, pembersihan saluran air, pelibatan warga secara aktif, serta penyesuaian sasaran kegiatan stunting dan perlindungan anak agar lebih tepat sasaran, termasuk keterlibatan sekolah dan ibu-ibu.
Masukan dari peserta menekankan pentingnya koordinasi informasi kesehatan melalui RT serta perluasan sasaran sosialisasi perundungan hingga jenjang SMP.
Kegiatan ditutup dengan kesimpulan dan kesepakatan bersama terkait pelaksanaan program kerja, serta harapan agar sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat berjalan optimal. Lokakarya Pra-KKN ini resmi berakhir pada pukul 17.35 WIB, menjadi langkah awal kolaborasi untuk mewujudkan Rajabasa Jaya yang lebih bersih, tangguh, dan berdaya.
