Desa Curug Agung, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bilateral Universitas Lampung (UNILA) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kelompok 91 kembali melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Curug Agung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa, khususnya di bidang pendidikan keagamaan dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB dengan persiapan pembuatan rocket stove. Mahasiswa KKM melakukan pembelian berbagai bahan dan perlengkapan pendukung, seperti hebel, pasir, semen, plat besi, engsel, serta peralatan lainnya di pasar dan toko bangunan terdekat. Kegiatan ini dilakukan sebagai tahap awal dalam perakitan rocket stove yang dirancang sebagai alat pembakaran sampah dan biomassa dengan sistem minim asap serta lebih ramah lingkungan.
Rocket stove yang akan dibuat diharapkan dapat menjadi alternatif solusi pengelolaan sampah dan pemanfaatan bahan bakar sederhana bagi masyarakat desa. Selain itu, penggunaan alat ini juga diharapkan mampu mengurangi asap pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Pada siang hingga sore hari sekitar pukul 14.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pengajaran di madrasah Desa Curug Agung. Mahasiswa KKM memberikan pembelajaran dasar agama Islam kepada anak-anak usia 7 hingga 12 tahun. Materi yang disampaikan meliputi hafalan surah-surah pendek, pengenalan nama-nama nabi, serta penanaman nilai-nilai akhlak dasar. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif dengan metode tanya jawab dan permainan edukatif, sehingga anak-anak terlihat antusias dan aktif mengikuti kegiatan.
Melalui kegiatan persiapan rocket stove dan pengajaran madrasah ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Curug Agung, baik dalam peningkatan kepedulian terhadap lingkungan maupun dalam penguatan pendidikan karakter dan keagamaan bagi anak-anak. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
