
Pada 01 Febuari 2026 telah dilaksanakan kegiatan pengajian dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pemahaman jamaah terhadap nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Acara pengajian diisi dengan ceramah keagamaan yang membahas pentingnya amal jariyah sebagai bekal kehidupan akhirat. Dalam ceramah tersebut disampaikan bahwa amal jariyah merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, seperti sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan pembangunan fasilitas yang berguna bagi umat. Jamaah diajak untuk senantiasa menanamkan niat ikhlas dalam beramal serta menjadikan setiap kebaikan sebagai investasi akhirat.
Selain itu, penceramah juga menekankan pentingnya doa anak yang sholeh dan sholehah bagi kedua orang tua. Disampaikan bahwa doa anak merupakan salah satu amalan yang tidak terputus pahalanya dan menjadi bentuk bakti yang paling mulia kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Jamaah diingatkan agar senantiasa mendoakan orang tua serta menjaga akhlak dan perilaku sebagai wujud pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ceramah kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai makna harfiah Isra’ Mi’raj, di mana Isra’ berarti perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, sedangkan Mi’raj berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat. Penceramah menjelaskan secara singkat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam Isra’ Mi’raj, termasuk bertemunya Nabi Muhammad SAW dengan para nabi sebelumnya serta diterimanya perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.
Kegiatan pengajian Isra’ Mi’raj ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para jamaah. Diharapkan melalui kegiatan ini, jamaah dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal jariyah, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya doa dan bakti anak kepada kedua orang tua, sekaligus mengamalkan hikmah Isra’ Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.
