
Mahasiswa KKN dari Kelurahan Sukarame II melakukan kunjungan ke salah satu rumah produksi tahu yang berada di Lingkungan 1 RT 34 pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung proses pembuatan tahu rumahan yang menjadi penggerak ekonomi warga setempat. Dalam kunjungan tersebut, diketahui bahwa tempat produksi ini beroperasi setiap hari mulai dari pagi dan biasanya baru selesai pada jam satu siang.
Berdasarkan hasil pantauan mahasiswa di lapangan, jumlah tahu yang dihasilkan sangat bergantung pada permintaan konsumen. Jika sedang ramai, rumah produksi ini bisa menghabiskan satu sampai dua karung kedelai dalam sehari dengan hasil mencapai 500 bungkus tahu. Ada dua jenis ukuran yang diproduksi, yaitu ukuran kecil dengan harga seribu rupiah dan ukuran besar seharga dua ribu rupiah. Biasanya, tahu yang dibuat hari ini akan siap dikirim dan dijual keesokan harinya agar kondisinya tetap segar saat sampai di tangan pembeli.

Selama kunjungan, mahasiswa juga mendapat penjelasan mengapa tempat ini hanya memproduksi tahu cina warna putih. Hal ini dikarenakan proses pembuatan tahu kuning dirasa lebih rumit dan membutuhkan stok kunyit yang banyak, yang saat ini cukup sulit dicari. Oleh karena itu, pengelola lebih memilih fokus pada tahu putih yang prosesnya lebih efisien. Untuk pemasarannya sendiri, pemilik usaha mengantarkan langsung tahu tersebut ke pelanggan tetap di Pasar Cimeng, Pasar Kangkung, hingga ke daerah Padang Cermin.

Selain melihat proses produksi, mahasiswa KKN juga melihat cara pengelola memanfaatkan limbah ampas tahu. Ampas tahu tersebut tidak dibuang, melainkan dijual per karung kepada peternak sapi dari daerah Kemiling untuk dijadikan pakan ternak. Biasanya ampas ini diambil secara rutin satu minggu sekali. Dengan adanya kunjungan ini, mahasiswa KKN Kelurahan Sukarame II dapat memahami bagaimana alur usaha rumahan ini berjalan, mulai dari pengolahan bahan baku, cara pemasaran, hingga pemanfaatan sisa produksi yang bermanfaat bagi orang lain.
