Minggu, 11 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I Tahun 2026 Kecamatan Teluk Betung Barat, Kelurahan Batu Putuk, melaksanakan kegiatan audiensi dan silaturahmi dengan aparat lingkungan guna menggali informasi terkait kondisi lingkungan, sosial, keamanan, serta potensi masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memahami permasalahan dan potensi di wilayah penempatan.
Audiensi pertama dilakukan bersama Kepala Lingkungan 3, Bapak Romli, yang memaparkan gambaran kondisi wilayah Lingkungan 3 yang terdiri atas 9 RT. Di lingkungan ini, kegiatan keagamaan anak-anak berlangsung rutin, di mana anak-anak mulai berkumpul untuk mengaji sekitar pukul 17.30 WIB dan dilanjutkan setelah salat Magrib. Selain itu, kegiatan gotong royong wajib dilaksanakan setiap hari Jumat, dengan waktu mulai paling lambat pukul 08.00 WIB.
Dari hasil audiensi tersebut, diketahui bahwa pengelolaan sampah di Lingkungan 3 masih belum berjalan dengan baik. Pengangkutan sampah dinilai tidak teratur, serta masih terdapat masyarakat maupun pengguna jalan yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan. Tempat pembuangan sampah terpusat berada di Lingkungan 1, sehingga menimbulkan bau tidak sedap bagi wilayah sekitar.
Pada sektor ekonomi, Lingkungan 3 memiliki potensi UMKM pengolahan kolang kaling dan gula aren yang berada di RT 08. Dari sisi keamanan, kondisi lingkungan dinilai relatif aman, meskipun kegiatan ronda mulai berkurang dan peran linmas yang berjumlah 14 orang belum berjalan optimal, dengan hanya sebagian kecil yang aktif. Selain itu, banyak lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi, sehingga berpotensi membahayakan warga pada malam hari. Mata pencaharian warga di Lingkungan 3 bersifat beragam.
Audiensi selanjutnya dilakukan bersama Kepala Lingkungan 2, Bapak Heriyanto. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa kegiatan gotong royong rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Permasalahan sampah juga menjadi isu utama di Lingkungan 2, terutama di sekitar wilayah UMKM pengolahan kolang kaling dan gula merah di RT 08. Jumlah linmas di Lingkungan 2 tercatat sebanyak 18 orang, namun perannya dinilai belum berjalan secara maksimal.
Lingkungan 2 memiliki berbagai potensi UMKM, antara lain usaha emping, gula merah, dan kerajinan rajut. Selain itu, terdapat Taman Kanak-Kanak di RT 04, sementara di Lingkungan 1 juga terdapat satu Taman Kanak-Kanak. Pihak lingkungan menilai bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan, serta masih terdapat beberapa lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi.
Melalui kegiatan audiensi dan silaturahmi ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi lingkungan, permasalahan yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan di Kelurahan Batu Putuk. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama masa KKN.
