
GARUNTANG, BUMI WARAS – Upaya pembenahan tata kelola lingkungan menjadi prioritas utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras. Hal ini terungkap dalam agenda Lokakarya Pemaparan Program Kerja yang digelar pada Selasa (13/1) siang di aula kelurahan setempat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Garuntang, Bapak Rohendi, S.H., didampingi jajaran Kepala Lingkungan, Babinsa,, Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan, serta para Ketua Rukun Tetangga (RT). Kehadiran tokoh masyarakat dan warga setempat turut memberikan bobot strategis dalam diskusi pembangunan wilayah tersebut.
Dalam paparan resminya, Kelompok 1 (Garuntang Lingkungan 1) dan Kelompok 2 (Garuntang Lingkungan 2) sepakat menempatkan isu lingkungan sebagai program prioritas. Berdasarkan observasi lapangan, permasalahan sampah masih menjadi kendala krusial yang memerlukan penanganan sistematis di Kelurahan Garuntang.
“Fokus utama program kerja kami adalah optimalisasi pengelolaan sampah. Kami memandang bahwa kesadaran kolektif dan sistem pengelolaan yang tepat merupakan kunci utama untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan,” ujar mahasiswa kordinasi kelurahan garuntang 1 dalam presentasinya.
Rencana utama hadir sebagai solusi pengelolaan sampah modern insinerator akan difungsikan sebagai sarana pemusnah limbah yang mampu mengurangi volume sampah secara drastis melalui sistem termal terkontrol. Selain efektif mengatasi keterbatasan lahan, alat ini juga mampu menekan emisi gas berbahaya dan membuka peluang pemanfaatan energi ramah lingkungan bagi warga setempat.
Lurah Garuntang, Bapak Rohendi, S.H., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. Ia berharap kehadiran KKN Unila dapat memberikan stimulus positif bagi perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sesi diskusi berlangsung dinamis saat memasuki agenda tanya jawab. Para ketua RT dan tokoh masyarakat aktif memberikan saran teknis serta masukan terkait kondisi geografis dan kebiasaan warga lokal. Masukan-masukan tersebut diserap oleh tim KKN sebagai bahan evaluasi untuk memastikan program kerja yang diusung bersifat tepat sasaran (implementatif) dan bukan sekadar teori.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak akademisi dan perangkat kelurahan. Lokakarya ini menjadi tonggak awal bagi mahasiswa KKN Unila untuk bersinergi dengan warga Garuntang selama masa pengabdian, guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.

