Bandar Lampung, 1 Februari 2026
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung menggelar kegiatan demonstrasi pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk melalui kegiatan bertajuk βPelatihan Olah Sampah Dapur: Racik Ecoenzyme dan Pupuk Ember Tumpukβ. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada pukul 09.00 WIB, sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Kelurahan Pidada, ibu-ibu PKK, para kepala lingkungan, serta masyarakat setempat. Partisipasi aktif berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu pengelolaan sampah dapur yang selama ini masih menjadi tantangan di lingkungan permukiman padat penduduk.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai permasalahan sampah rumah tangga dan dampaknya terhadap lingkungan. Mahasiswa KKN kemudian memperkenalkan dua metode pengolahan sampah organik, yaitu pembuatan ecoenzyme dan pupuk dengan sistem ember tumpuk, sebagai alternatif pengelolaan sampah yang praktis dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi dan praktik langsung. Peserta diajak menyaksikan proses pembuatan ecoenzyme serta pengolahan sampah menggunakan sistem ember tumpuk, mulai dari tahap pemilahan bahan hingga proses pengolahan. Mahasiswa KKN turut memberikan penjelasan teknis mengenai bahan, tahapan, serta manfaat dari masing-masing metode pengolahan sampah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi, khususnya pada pengolahan sampah menjadi ecoenzyme. Metode ini dinilai lebih mudah dipraktikkan karena menggunakan teknik yang sederhana dan bahan yang mudah diperoleh. Pembuatan ecoenzyme hanya memerlukan tambahan molase yang dapat digantikan dengan gula, berbeda dengan sistem ember tumpuk yang memerlukan bantuan zat aktivator tertentu.

Sebagai bentuk partisipasi aktif, setiap peserta diminta membawa sampah organik rumah tangga dari rumah masing-masing. Sampah organik tersebut kemudian ditukarkan dengan souvenir dapur yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN. Skema penukaran ini mendapat respons positif dari peserta karena dinilai mampu mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Melalui kegiatan pelatihan dan demonstrasi ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. Selain mengurangi volume sampah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Kelurahan Pidada.

