
Bandar Lampung, 18 Juli 2025 — Sebagai bagian dari program kerja tematik, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2025 melakukan kegiatan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Perumnas Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi UMKM secara digital melalui Google Maps dan membantu para pelaku usaha dalam proses pengurusan sertifikasi halal. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing UMKM lokal dalam menghadapi tantangan pasar digital dan regulasi produk.
“Pendataan kami lakukan langsung dari rumah ke rumah dengan melibatkan RT setempat. Kami mengumpulkan informasi seperti jenis usaha, lokasi, produk yang dijual, hingga status legalitas usaha dan sertifikasi halal,” ujar Rafif, Koordinator Kelompok KKN Unila di Perumnas Way Kandis.
Hasil pendataan nantinya akan dirangkum dan dipetakan secara digital menggunakan platform Google Maps, sehingga konsumen dapat dengan mudah menemukan lokasi UMKM di sekitar mereka. Selain itu, mahasiswa juga menyediakan informasi dan panduan praktis mengenai proses pengajuan Sertifikasi Halal MUI bagi para pelaku usaha yang belum memiliki legalitas tersebut.
Lurah Perumnas Way Kandis, memberikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap langkah tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis teknologi dan legalitas yang kuat.
“Pendataan ini sangat bermanfaat, apalagi jika UMKM kita bisa dikenal secara lebih luas secara online dan memiliki sertifikasi halal, ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen,” tuturnya.
Warga dan pelaku UMKM setempat menyambut baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang selama ini belum memahami pentingnya digitalisasi dan legalitas usaha, merasa terbantu dengan pendampingan langsung dari mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unila tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Diharapkan, program ini dapat menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendorong kemajuan UMKM lokal secara berkelanjutan.

