
Tanjung Gading, 8 Agustus 2025 — Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan mempersiapkan implementasi program kesehatan berbasis herbal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan Jumat Bersih yang diikuti dengan persiapan lahan untuk penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area strategis desa. Kegiatan Jumat Bersih merupakan program rutin mingguan yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri melalui gotong-royong pembersihan fasilitas umum, jalan desa, dan area-area publik lainnya. Mahasiswa KKN telah mempersiapkan peralatan kebersihan lengkap seperti sapu, cangkul, kantong sampah, dan alat pembersih lainnya untuk melakukan aksi bersih-bersih komprehensif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka.
Dengan semangat gotong-royong yang tinggi, mahasiswa KKN secara sistematis membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sepanjang jalan desa, membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta merapikan taman-taman kecil dan area hijau yang ada di lingkungan pemukiman warga. Kegiatan pembersihan dilakukan dengan metode yang terorganisir, dimana sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya untuk memudahkan proses daur ulang dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Setelah kegiatan Jumat Bersih selesai, mahasiswa melanjutkan aktivitas dengan mempersiapkan lahan untuk penanaman TOGA melalui proses penggemburan tanah, pembuatan bedengan, serta penyiapan kompos organik dari sampah dedaunan yang telah dikumpulkan selama kegiatan pembersihan. Persiapan lahan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pencahayaan, drainase, dan kesuburan tanah untuk memastikan tanaman obat dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata rapi, tetapi juga mempersiapkan fondasi yang solid untuk program penanaman TOGA yang akan menjadi sumber obat herbal alami bagi keluarga-keluarga di desa. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan keterlibatan aktif beberapa warga yang turut membantu proses persiapan lahan dan memberikan saran mengenai jenis-jenis tanaman obat yang cocok ditanam di kondisi iklim dan tanah setempat. Rencananya, mahasiswa KKN akan melanjutkan program ini dengan kegiatan penanaman bibit TOGA seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan tanaman obat lainnya dalam minggu mendatang, disertai dengan edukasi kepada masyarakat mengenai cara perawatan tanaman dan pemanfaatan TOGA untuk pengobatan tradisional yang aman dan efektif. Program ini diharapkan dapat menciptakan desa yang tidak hanya bersih dan asri, tetapi juga mandiri dalam penyediaan obat-obatan herbal alami yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh keluarga untuk menjaga kesehatan secara holistik dan berkelanjutan.
