Bandar Lampung, 09 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung yang bertugas di wilayah Garuntang 2 melakukan kunjungan resmi ke kantor kelurahan setempat. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin koordinasi sekaligus mendiskusikan pemantapan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKN bersama pihak kelurahan membahas berbagai kondisi dan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan. Salah satu isu yang mencuat adalah persoalan pengelolaan sampah di wilayah RT 25 dan RT 26. Hingga saat ini, kedua RT tersebut diketahui tidak memiliki petugas pengangkut sampah atau sokli. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesediaan warga untuk membayar iuran pengangkutan sampah, serta anggapan bahwa di wilayah tersebut masih tersedia tempat untuk menampung sampah secara mandiri.
Padahal, pemerintah setempat sebelumnya telah memfasilitasi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk menunjang pengelolaan sampah warga. Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hingga kini belum digunakan sebagaimana mestinya. Umumnya, TPST berfungsi sebagai titik pengumpulan sampah yang kemudian diangkut oleh sokli, dengan sistem pembayaran iuran bulanan oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam pengelolaan kebersihan lingkungan.
Kondisi tidak terjangkaunya wilayah RT 25 dan RT 26 oleh layanan sokli menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya alternatif yang dinilai lebih tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah tersebut. Pemilihan lokasi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus pembahasan antara mahasiswa KKN dan pihak kelurahan.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan gambaran mengenai kondisi pengelolaan sampah di tingkat kota. Salah satu perangkat kelurahan, Rohendi, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai pengawas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, menyampaikan bahwa TPA Bakung setiap harinya menerima sampah dalam jumlah yang sangat besar, yakni sekitar 750 hingga 800 ton per hari. Angka tersebut menunjukkan tingginya produksi sampah masyarakat serta besarnya tantangan dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya, termasuk sosialisasi mengenai pemisahan sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya. Namun demikian, hasil di lapangan masih belum sepenuhnya sejalan dengan harapan. Kesadaran dan penerapan pemilahan sampah oleh masyarakat dinilai masih rendah, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa KKN Universitas Lampung dan pihak kelurahan Garuntang 2 dalam merespons permasalahan lingkungan yang ada. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya solusi yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
