Bandar Lampung, 15 Agustus 2025 – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (UNLA) yang ditempatkan di Kelurahan Rajabasa Raya berhasil menyelesaikan program kerja unggulan berupa pembuatan peta rawan banjir. Program inovatif ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi bencana banjir di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, tim KKN yang terdiri dari 9 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini menggunakan pendekatan multidisiplin. Mereka melakukan survei lapangan, wawancara dengan warga, dan pengumpulan data historis banjir dari berbagai sumber.
Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geodesi UNILA, Muhammad Darmawan, yang memimpin tim teknis pembuatan peta, menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) dan aplikasi pemetaan digital untuk menghasilkan peta yang akurat.
“Kami melakukan pemetaan dengan mengidentifikasi titik-titik genangan berdasarkan data historis 5 tahun terakhir, ketinggian wilayah, sistem drainase, dan masukan dari masyarakat setempat,” jelasnya.
Peta rawan banjir yang dihasilkan mencakup informasi detail tentang zona-zona risiko banjir yang dibagi menjadi tiga kategori: risiko rendah, sedang, dan tinggi. Selain menyerahkan peta dalam bentuk cetak dan digital kepada pemerintah kelurahan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara membaca dan menggunakan peta tersebut.
Program KKN UNILA di Kelurahan Rajabasa Raya ini berlangsung selama 30 hari dan akan berakhir pada 16 Agustus 2025. Selain program peta rawan banjir, mahasiswa juga melaksanakan berbagai program kerja lainnya.

