Waringinsari Timur, 23 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Lampung melaksanakan program kerja kedua bertajuk “Gerakan Eco Enzym Desa untuk Lingkungan Bersih dan Sehat” yang diselenggarakan di Balai Desa Pekon Waringinsari Timur. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi dan edukasi pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa buah dan sayur, menjadi Eco Enzym berupa pupuk organik cair melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume sampah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal serta masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai alternatif pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T berupaya menghadirkan solusi sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara interaktif dengan pemaparan materi mengenai pengertian Eco Enzym, manfaat ekologis dan ekonomisnya, tahapan pembuatan, hingga contoh pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair dan cairan pembersih alami. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan penjelasan praktis mengenai komposisi bahan, perbandingan campuran, serta tips menjaga kualitas hasil fermentasi agar Eco Enzym yang dihasilkan optimal.

Adapun tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Ibu Kepala Pekon Waringinsari Timur, Kader Posyandu Darmajaya, Ketua dan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunda Karya, Ketua dan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju, Ketua dan Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kehadiran berbagai unsur kelembagaan desa tersebut menunjukkan adanya dukungan dan komitmen bersama dalam upaya pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta ketertarikan untuk mempraktikkan pembuatan Eco Enzym secara mandiri di rumah. Banyak peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, namun kini dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian rumah tangga.
Melalui Gerakan Eco Enzym Desa, mahasiswa KKN-T Universitas Lampung berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, menumbuhkan kesadaran ekologis, serta memperkuat peran kelompok perempuan dan kelembagaan desa sebagai agen perubahan lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju terciptanya desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui praktik pengelolaan sampah organik yang sederhana namun berdampak nyata.
