Hari/Tanggal: [Sabtu, 10 Januari 2026] Lokasi: Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjung Karang Timur Judul Kegiatan: Observasi Lapangan Partisipatif: Pemetaan Infrastruktur Rawan Banjir, Evaluasi Program Terdahulu, dan Finalisasi Posko KKN
Kegiatan hari ini difokuskan pada orientasi wilayah secara menyeluruh (site visit) di Kelurahan Sawah Lama. Didampingi secara intensif oleh Kepala Lingkungan (Kaling) dan jajaran Ketua RT setempat, kelompok kami melakukan penyisiran wilayah (“turun lapang”) untuk memahami topografi, demografi, dan kondisi riil masyarakat.
Momentum observasi ini bertepatan dengan turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi cuaca ini, meskipun menjadi tantangan tersendiri, justru memberikan data visual yang akurat bagi kami untuk mengidentifikasi titik-titik genangan air dan kerentanan lingkungan secara real-time.

Berdasarkan hasil peninjauan langsung bersama perangkat lingkungan, kami mengidentifikasi beberapa isu krusial terkait kebencanaan dan infrastruktur
Identifikasi Penyebab Utama Banjir:
- Kami mengonfirmasi bahwa banjir di Sawah Lama bukan semata-mata fenomena alam akibat curah hujan, melainkan masalah infrastruktur drainase. Masalah utamanya terletak pada sistem gorong-gorong dan selokan yang mengalami penyumbatan parah.
- Faktor Alam: Adanya sedimentasi tanah gambut yang terbawa arus dan mengendap di dasar saluran, menyebabkan pendangkalan (siltasi).
- Faktor Sosial: Masih ditemukannya sampah domestik yang menyumbat aliran air, yang mengindikasikan perlunya penguatan kesadaran lingkungan.
Evaluasi Program KKN Terdahulu: Dalam penelusuran di beberapa titik gang, kami menemukan keberadaan lubang resapan Biopori. Berdasarkan informasi dari Ketua RT, ini merupakan program kerja mahasiswa KKN periode sebelumnya sebagai upaya mitigasi banjir. Temuan ini menjadi data awal yang penting bagi kami untuk mengevaluasi: apakah biopori tersebut masih berfungsi optimal, perlu perawatan (revitalisasi), atau perlu ditambah jumlah titiknya.
Salah satu agenda krusial hari ini adalah pengadaan logistik tempat tinggal (Posko). Proses ini menemui tantangan yang cukup kompleks di lapangan:
- Tantangan Densitas dan Risiko: Kelurahan Sawah Lama memiliki karakteristik pemukiman yang sangat padat (high density housing). Ketersediaan rumah kosong sangat terbatas. Selain itu, beberapa opsi rumah yang sempat ditinjau terpaksa kami eliminasi karena lokasinya berada tepat di cekungan yang menjadi langganan banjir, yang tentunya berisiko bagi keamanan logistik dan kesehatan mahasiswa.
- Keberhasilan Penetapan Posko: Berkat kegigihan dan bantuan penuh dari Bapak Kaling serta para Ketua RT yang bergerilya menanyakan info kepada warga, kelompok kami akhirnya berhasil mendapatkan sebuah rumah untuk dijadikan Posko. Rumah ini dinilai memenuhi standar kelayakan: lokasi yang lebih tinggi (relatif aman dari banjir), akses listrik dan air yang memadai, serta berada di tengah lingkungan warga sehingga memudahkan koordinasi.
Hal yang paling berkesan dari kegiatan hari ini adalah antusiasme warga. Meskipun kami datang saat cuaca kurang bersahabat dan di tengah kondisi lingkungan yang padat, penerimaan dari masyarakat terutama Kaling dan RT sangat hangat. Mereka sangat proaktif menjelaskan sejarah banjir di wilayah tersebut dan terbuka terhadap rencana program kerja yang akan kami bawa. Dukungan moral ini menjadi modal sosial yang besar bagi kelancaran program KKN ke depannya.
