GEBANG, 24 Januari 2026 — Dalam upaya memperluas jangkauan promosi destinasi wisata lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan kunjungan strategis ke Ekowisata Hutan Mangrove Petengoran, Desa Gebang, Sabtu sore.

Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan keunggulan serta fasilitas wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan luas. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Ekowisata Mangrove Petengoran memiliki beragam layanan kompetitif, mulai dari paket pre-wedding di area hutan bakau yang asri, jasa penyewaan alat pancing, hingga paket penyeberangan ke destinasi populer seperti Pulau Tegal Mas dan Pulau Pahawang dengan harga yang terjangkau.
Selain sektor wisata, tim KKN juga menyoroti ketersediaan bibit mangrove untuk kebutuhan kegiatan lingkungan dengan harga Rp1.500 per bibit. Hal ini menunjukkan potensi Desa Gebang sebagai pusat konservasi pesisir yang mandiri.
“Kami berkomitmen untuk membantu mempopulerkan Mangrove Petengoran melalui kanal digital dan media sosial. Potensinya sangat besar, baik dari sisi rekreasi maupun pelestarian lingkungan,” ujar perwakilan tim KKN Unila-Untirta di lokasi.
Menutup rangkaian kegiatan, pada malam harinya para mahasiswa menggelar agenda makan malam bersama (ramah tamah) dengan warga sekitar tempat tinggal. Dalam suasana hangat penuh keakraban tersebut, mahasiswa dan warga berdiskusi mengenai teknis pelaksanaan kerja bakti gotong royong yang dijadwalkan esok pagi.

Pertemuan informal ini juga dimanfaatkan tim KKN untuk melakukan jajak pendapat awal terkait rencana pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Diskusi dua arah ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang dicanangkan memiliki manfaat langsung dan didukung penuh oleh aspirasi masyarakat setempat.
Melalui pendekatan yang inklusif ini, diharapkan program-program KKN Unila-Untirta tidak hanya menjadi simbolik, namun benar-benar menyentuh akar kebutuhan masyarakat Desa Gebang.
