Bandar Lampung, 27 Januari 2026
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Penengahan Raya pada hari ini melaksanakan salah satu program kerja unggulan di bidang lingkungan, yaitu pemasangan lubang resapan biopori. Kegiatan ini difokuskan sebagai upaya mitigasi bencana banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah kelurahan, khususnya pada saat intensitas curah hujan tinggi. Program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat, sekaligus sebagai langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Pelaksanaan pemasangan biopori dilakukan di wilayah yang telah diidentifikasi sebagai daerah rawan banjir, yaitu di RT 01 Lingkungan 02 dan RT 02 Lingkungan 02. Penentuan lokasi ini didasarkan pada hasil observasi lapangan serta informasi dari aparat setempat dan masyarakat sekitar yang sering mengalami genangan air. Dengan adanya biopori di titik-titik strategis tersebut, diharapkan air hujan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga mengurangi limpasan permukaan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Proses pemasangan biopori dilakukan secara manual dengan menggunakan alat bor tanah khusus. Setiap lubang biopori dibuat dengan kedalaman sekitar 80 cm sesuai dengan standar teknis biopori, agar dapat berfungsi secara optimal sebagai saluran resapan air. Mahasiswa KKN bekerja secara bergotong royong dalam melakukan pengeboran tanah, meskipun kondisi tanah di beberapa titik cukup keras dan memerlukan tenaga ekstra serta waktu yang tidak sedikit.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan pemasangan biopori ini menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan waktu dan tenaga. Oleh karena itu, pemasangan biopori pada hari ini belum dapat diselesaikan seluruhnya di semua wilayah yang direncanakan. Sebagian titik pemasangan akan dilanjutkan pada hari berikutnya agar hasil yang dicapai tetap maksimal dan sesuai dengan rencana awal program kerja yang telah disusun.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Turut hadir dalam pelaksanaan program kerja ini Ibu Lurah Penengahan Raya, anggota Linmas, serta Ketua Lingkungan setempat. Kehadiran aparat kelurahan dan unsur keamanan ini memberikan motivasi tersendiri bagi mahasiswa KKN sekaligus menunjukkan adanya sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan.
Selain sebagai kegiatan fisik, pemasangan biopori ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar mengenai pentingnya lubang resapan dalam pengelolaan air hujan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami manfaat biopori, tidak hanya untuk mengurangi banjir, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas tanah dan menjaga ketersediaan air tanah di lingkungan permukiman.
Partisipasi masyarakat selama kegiatan berlangsung juga terlihat cukup baik. Beberapa warga turut menyaksikan secara langsung proses pemasangan biopori dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan metode serupa di lingkungan rumah masing-masing. Hal ini menjadi indikator positif bahwa program kerja KKN dapat memberikan dampak berkelanjutan dan mendorong kesadaran lingkungan di tingkat masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan pemasangan biopori di Kelurahan Penengahan Raya berjalan dengan lancar meskipun belum sepenuhnya selesai. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan daya resap tanah. Kelompok KKN berkomitmen untuk melanjutkan sisa pemasangan biopori pada hari berikutnya agar tujuan program kerja dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
