

Pada hari ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) melanjutkan pelaksanaan program kerja yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi UMKM. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke beberapa warung makanan milik warga setempat sebagai bentuk pendampingan langsung kepada pelaku usaha mikro. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan metode pembayaran non-tunai atau pembayaran online, seperti penggunaan QRIS, yang bertujuan untuk mempermudah proses transaksi serta menjangkau berbagai kalangan pembeli, baik dari masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar lingkungan setempat.
Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai manfaat penggunaan pembayaran digital, mulai dari kemudahan transaksi, keamanan pembayaran, hingga pencatatan keuangan yang lebih rapi. Selain itu, mahasiswa KKN juga mendampingi pelaku UMKM dalam proses pembuatan dan penggunaan QRIS, serta memberikan pemahaman dasar mengenai tata cara menerima pembayaran secara digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar yang semakin digital.
Selain pendampingan pembayaran digital, mahasiswa KKN turut membantu pelaku UMKM dalam pembuatan konten promosi sederhana sebagai upaya meningkatkan visibilitas usaha. Konten yang dibuat meliputi dokumentasi produk, suasana warung, serta aktivitas pelayanan kepada pembeli. Konten tersebut dirancang agar dapat digunakan sebagai media promosi melalui platform digital dan media sosial, sehingga diharapkan mampu menarik minat konsumen dan memperluas jangkauan pemasaran usaha.


Pada siang harinya, mahasiswa KKN melanjutkan pelaksanaan program kerja fermentasi kakao bersama petani setempat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hasil pertanian. Kegiatan difokuskan pada tahapan pascapanen, yaitu proses penjemuran biji kakao hasil fermentasi hingga mencapai tingkat kekeringan yang optimal. Proses penjemuran dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan penataan biji kakao agar pengeringan berlangsung merata.
Setelah biji kakao dinyatakan cukup kering, mahasiswa KKN bersama petani melanjutkan kegiatan dengan mengupas biji kakao untuk melepaskan kulit tipis atau kulit ari yang masih membungkus biji. Tahapan ini dilakukan secara hati-hati agar kualitas biji kakao tetap terjaga. Proses pengupasan kulit ari ini bertujuan untuk menghasilkan biji kakao yang lebih bersih dan siap untuk dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Melalui rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, diharapkan pelaku UMKM dapat semakin terbantu dalam mengadopsi sistem pembayaran digital serta strategi promosi sederhana berbasis konten. Di sisi lain, petani kakao diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pascapanen yang tepat, sehingga kualitas dan daya saing produk kakao dapat meningkat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
