Jum’at, 23 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Pancasila telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Eco Enzyme bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pancasila. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang berfokus pada edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah organik rumah tangga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai pengertian eco enzyme, manfaat, kelebihan, serta alasan pentingnya pembuatan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi dari air, kulit buah/sayur, dan gula merah yang memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih alami rumah tangga, pupuk cair dan pestisida alami untuk tanaman, pengusir serangga, penghilang bau, serta sebagai upaya alami dalam membantu menjaga kebersihan lingkungan
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat lingkungan dari eco enzyme, seperti mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga, menggantikan produk pembersih berbahan kimia, serta mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengurangan dampak pemanasan global. Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan limbah organik dapat menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pembuatan secara rinci, dimulai dari persiapan bahan berupa air, kulit buah dan sayur, serta gula merah dengan perbandingan 10 : 3 : 1. Proses pembuatan dilakukan dengan cara memotong kecil-kecil limbah buah dan sayur, melarutkan gula merah ke dalam air hingga merata, kemudian mencampurkan seluruh bahan ke dalam wadah (galon) tanpa diisi penuh, dan menutup wadah dengan rapat.
Peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses fermentasi, yaitu penyimpanan larutan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung, serta pembukaan tutup galon setiap dua minggu sekali untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Waktu fermentasi eco enzyme berlangsung selama kurang lebih tiga bulan hingga larutan berwarna coklat tua dan beraroma asam segar.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan ciri-ciri eco enzyme yang berhasil, antara lain berwarna coklat tua, beraroma asam segar khas fermentasi, tidak berbau busuk, tidak berjamur hitam, tidak berbuih berlebihan, terdapat endapan ampas di dasar wadah, serta tidak lagi menghasilkan gas. Peserta diberikan pemahaman bahwa munculnya jamur putih masih tergolong normal dalam proses fermentasi.
Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pancasila menyambut kegiatan ini dengan sangat antusias. Hal tersebut terlihat dari perhatian dan keseriusan peserta dalam menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, serta keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Antusiasme ibu-ibu KWT Desa Pancasila juga tercermin dari keterlibatan langsung mereka dalam praktik pembuatan eco enzyme. Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif, karena peserta dapat langsung mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Pancasila, khususnya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani, mampu mengelola sampah organik rumah tangga secara lebih bijak, memanfaatkan limbah dapur menjadi produk yang bernilai guna, serta menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Eco enzyme yang telah dibuat pada kegiatan ini nantinya akan dibuka kembali setelah melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan, yaitu pada tanggal 23 April 2026, sebagai bentuk evaluasi dan pengamatan hasil fermentasi eco enzyme yang telah dilakukan. Eco enzyme yang telah dibuat pada kegiatan ini nantinya akan dibuka kembali setelah melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan, yaitu pada tanggal 23 April 2026, sebagai bentuk evaluasi dan pengamatan hasil fermentasi eco enzyme yang telah dilakukan. Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan di Desa Pancasila.

