Bandar Lampung — Universitas Lampung melalui Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Pak Sumargono M.Pd. melaksanakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Jumat, 2 Januari 2025, pukul 14.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta KKN yang akan melaksanakan KKN di Kecamatan Rajabasa.
Dalam pembekalan tersebut, di hari Pra-KKN mahasiswa diwajibkan mengenakan atribut resmi Universitas Lampung, seperti almamater, ID card, atau pakaian beridentitas Unila, sebagai bentuk kedisiplinan dan representasi institusi di tengah masyarakat.
Pembekalan ini membahas secara teknis dan substantif rangkaian kegiatan KKN yang akan diawali dengan Pra-KKN pada Senin, 5 Januari 2025. Mahasiswa diwajibkan hadir dan berkumpul secara mandiri di Kantor Kecamatan Rajabasa paling lambat pukul 07.50 WIB. Pada hari tersebut, mahasiswa mengenakan kemeja, almamater, dan sepatu sebagai ketentuan berpakaian resmi.
Dalam agenda Pra-KKN, mahasiswa akan melaksanakan beberapa kegiatan utama, di antaranya silaturahmi dengan masyarakat, mulai dari kepala desa, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga lingkungan setempat. Silaturahmi ini bertujuan untuk menanyakan lokasi posko KKN sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang dapat dijadikan program kerja (progja).
Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan survei lapangan dengan membagi perwakilan ke sejumlah instansi dan lokasi strategis seperti kantor desa, polsek, puskesmas, pasar, serta lokasi yang berpotensi dijadikan objek pengolahan data. Dalam pembekalan turut disampaikan gambaran biaya hidup mahasiswa selama KKN, yang diperkirakan berada pada kisaran Rp1.300.000–Rp1.500.000.
Terkait program kerja, Kecamatan Rajabasa yang memiliki kerentanan terhadap banjir disarankan untuk menjadi fokus kegiatan mitigasi bencana. Program kerja yang direkomendasikan antara lain pembuatan peta daerah rawan banjir serta edukasi mitigasi bencana, apabila kondisi lapangan memungkinkan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diperbolehkan menggunakan kendaraan, sementara penentuan posko akan dibahas langsung di lokasi saat Pra-KKN. Mahasiswa juga akan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan lingkungan, serta dilakukan penentuan koordinator kecamatan (korcam).
Setiap kegiatan KKN diwajibkan untuk didokumentasikan dalam bentuk postingan berita kegiatan yang akan dikumpulkan melalui tautan, serta artikel pengabdian kepada masyarakat. Di akhir masa KKN, mahasiswa juga diminta untuk menyusun video dokumentasi kegiatan harian, serta diharapkan mampu menyelenggarakan minimal satu kegiatan berskala kecamatan.
Sebagai tindak lanjut perencanaan program kerja, koordinator desa (kordes) akan melakukan pertemuan dengan DPL guna mendiskusikan dan mematangkan progja yang akan dilaksanakan selama masa KKN.

Melalui pembekalan ini, diharapkan mahasiswa KKN Universitas Lampung mampu menjalankan pengabdian secara terstruktur, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kecamatan Rajabasa.
