Pada hari Selasa, tanggal 27 Januari 2026, mahasiswa KKN Kaliawi Periode I Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dirangkaikan dengan pembuatan vertikultur tanaman gizi di pekarangan rumah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan di Kelurahan Kaliawi, khususnya dalam bidang pertanian rumah tangga dan pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai tujuan pembentukan Kelompok Wanita Tani, peran dan manfaat KWT bagi masyarakat, serta harapan ke depan agar kelompok ini dapat menjadi wadah bagi ibu-ibu dalam berbagi pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan kegiatan pertanian yang berkelanjutan. Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa KWT diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Setelah pembentukan KWT, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan vertikultur tanaman gizi. Mahasiswa KKN bersama ibu-ibu Kelurahan Kaliawi dan ibu-ibu PKK secara bersama-sama merakit media vertikultur yang telah disiapkan sebelumnya, termasuk penggunaan botol bekas sebagai media tanam. Tanaman gizi yang ditanam antara lain sayuran yang mudah tumbuh dan sering dikonsumsi sehari-hari, sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak peserta yang aktif bertanya mengenai cara perawatan tanaman, pemupukan, serta pemanfaatan hasil panen nantinya. Suasana kegiatan berjalan dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong, mencerminkan dukungan yang kuat terhadap program yang dijalankan.
Melalui kegiatan pembentukan KWT dan pembuatan vertikultur ini, diharapkan ibu-ibu Kelurahan Kaliawi memiliki wadah yang berkelanjutan untuk mengembangkan kegiatan pertanian pekarangan. Mahasiswa KKN Kaliawi Periode I Tahun 2026 berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang, baik dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga, mempererat kebersamaan warga, maupun mendorong pemanfaatan lahan dan sampah anorganik secara lebih bijak dan produktif.
