Kemiling Permai, 25 Januari 2026 – Kegiatan Pondok Cerdas Berkarakter yang diimplementasikan di Kelurahan Kemiling Permai melalui aktivitas futsal bersama ini, menegaskan bahwa konsep “pondok” yang dikembangkan tidaklah dimaknai secara sempit sebagai ruang tambahan belajar akademis semata, seperti sekadar mengerjakan PR atau les mata pelajaran. Sebaliknya, program ini dirancang sebagai ruang tumbuh kembang alternatif yang holistik, di mana anak-anak mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas positif yang mendukung perkembangan fisik, sosial, dan karakter.
Permainan futsal yang dilakukan bersama antara mahasiswa KKN, remaja, dan anak-anak menjadi bukti konkret bahwa Pondok Cerdas Berkarakter merupakan wadah ekspresi, interaksi, dan pembentukan nilai di luar konteks formal sekolah. Di sini, anak-anak belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan disiplin melalui pengalaman langsung di lapangan, sesuatu yang tidak selalu tersampaikan optimal dalam pembelajaran konvensional di kelas.
Adapun tujuan dari terselenggaranya program ini yaitu:
- Menguatkan ikatan sosial (social bonding) antara mahasiswa KKN dengan warga, khususnya generasi muda dan anak-anak, melalui aktivitas kolektif yang positif dan partisipatif.
- Menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan kepemimpinan (leadership) melalui simulasi nyata dalam permainan olahraga terstruktur.
- Mendorong peningkatan aktivitas fisik dan kebugaran tubuh warga, terutama anak-anak dan remaja, sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pencegahan sedentari.
- Memperkuat keberterimaan program “Pondok Cerdas Berkarakter” di masyarakat dengan menyajikan kegiatan yang relevan, dinamis, dan diminati oleh berbagai lapisan usia.
Dengan demikian, program ini secara filosofis menempatkan “bermain” sebagai metode belajar yang sah dan efektif, selama aktivitas tersebut dikemas dengan nilai-nilai positif, membangun kebersamaan, dan mendorong anak-anak untuk mengisi waktu luang mereka dengan cara yang produktif, sehat, dan menyenangkan. Keberhasilan sesi futsal ini menunjukkan bahwa minat dan partisipasi anak justru tinggi ketika mereka diajak terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan dunia mereka, sekaligus membangun pemahaman bersama di tingkat komunitas bahwa pendampingan anak harus bersifat multidimensional, tidak hanya terfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui pengalaman hidup sehari-hari yang bermakna.
