
Sukarame II, 7 Februari 2026 – Menginjak hari ke-30 yang merupakan penghujung masa pengabdian, mahasiswa KKN Unila di Kelurahan Sukarame II menggelar rangkaian agenda penutup yang menyentuh aspek sosial maupun keamanan lingkungan pada Sabtu (7/2). Sejak pagi hari, suasana kebersamaan terasa kental di Kantor Kelurahan Sukarame II, di mana para mahasiswa dan warga bahu-membahu memasak bersama untuk menyiapkan hidangan acara perpisahan. Momen memasak bersama ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bercengkerama secara akrab, mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin kuat selama satu bulan terakhir.

Acara dilanjutkan dengan sesi makan bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diikuti dengan penyerahan plakat dan kenang-kenangan kepada pihak kelurahan serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat warga, sekaligus menghaturkan permohonan maaf yang tulus atas segala kekurangan selama menjalankan program kerja. Suasana haru menyelimuti momen pamitan ini, mencerminkan kedekatan emosional yang telah terbangun antara mahasiswa dan penduduk setempat.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian program kerja KKN, pada sore harinya mahasiswa melaksanakan agenda teknis terakhir berupa pemasangan alat pendeteksi longsor di daerah Peninjauan, Lingkungan 1. Wilayah ini dipilih karena kondisi geografisnya yang memerlukan pengawasan ekstra. Pemasangan alat ini merupakan langkah preventif berbasis teknologi sederhana yang diharapkan dapat menjadi sistem peringatan dini bagi warga sekitar. Dengan terpasangnya alat pendeteksi longsor ini, perjalanan mahasiswa KKN di Kelurahan Sukarame II resmi berakhir dengan meninggalkan jejak pengabdian yang komprehensif, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga mitigasi bencana.
Kami segenap mahasiswa KKN mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran perangkat kelurahan dan warga Desa Sukarame II yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dan menganggap kami seperti keluarga sendiri. Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari persaudaraan yang baru. Mohon maaf atas segala khilaf, dan semoga setiap program yang kami wariskan dapat terus memberikan manfaat bagi kemajuan desa. Sampai jumpa di lain kesempatan, Sukarame II akan selalu memiliki tempat istimewa di hati kami.
