Bandar Lampung, 13 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kelompok 1 dan Kelompok 2 melaksanakan kegiatan lokakarya pemaparan program kerja di Kelurahan Sukajawa Baru. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana program yang akan dilaksanakan selama masa KKN sekaligus menjalin koordinasi dengan pihak kelurahan serta masyarakat agar pelaksanaan program dapat berjalan selaras dengan kebutuhan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing kelompok memaparkan program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi permasalahan di wilayah Kelurahan Sukajawa Baru. Pemaparan dilakukan secara bergantian oleh Kelompok 1 dan Kelompok 2, yang mencakup berbagai bidang seperti lingkungan, tata ruang, serta pemberdayaan masyarakat.
Adapun usulan program kerja dari Kelompok 2 meliputi Aksi Bersih Lingkungan, Pemindahan Lokasi Google Maps Kantor Kelurahan Sukajawa Baru yang Aktual, Pemetaan Wilayah Rawan Bencana dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Potensial, serta Workshop Pembuatan Taman Gizi Keluarga. Program-program tersebut disusun sebagai bentuk respon terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat di Kelurahan Sukajawa Baru.
Program Aksi Bersih Lingkungan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi penumpukan sampah di titik-titik rawan. Kegiatan ini direncanakan akan melibatkan masyarakat secara langsung melalui kegiatan gotong royong guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Selanjutnya, program Pemindahan Lokasi Google Maps Kantor Kelurahan Sukajawa Baru yang Aktual diusulkan sebagai solusi atas ketidaksesuaian titik lokasi kantor kelurahan pada aplikasi Google Maps yang selama ini menyulitkan masyarakat dan pendatang dalam menemukan lokasi kantor kelurahan. Melalui pembaruan lokasi yang lebih akurat, diharapkan akses pelayanan publik dapat menjadi lebih mudah.
Program Pemetaan Wilayah Rawan Bencana dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Potensial bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana sekaligus memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak kelurahan dalam perencanaan lingkungan yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.
Selain itu, Workshop Pembuatan Taman Gizi Keluarga juga diusulkan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman sayur, tanaman obat, dan tanaman pangan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.


